Jumat, 09 Desember 2016

tuangkan air panas lalu tunggu 3 menit, surgaaa.....

Kejadian akhir-akhir ini cukup membuat tertawa, sedih, ngenes, campur aduk. Banyak bersliweran postingan tetang berbagai hal yang terjadi, lucu-lucu dan menyedihkan. Hingar bingar kesuksesan timnas atau tragedy yang terjadi di aceh tidak membuat postingan itu berganti arah. Berbagai foto yang diupload dengan caption-caption lucu juga menjadi semacam hiburan di barisan timeline. Mungkin untuk beberapa orang membuat emosi atau juga bisa membuatnya melampiaskan umpatan dan kekesalan. Beberapa orang mengumpat dengan begitu ringannya dimedia tersebut, bahkan ada yang menghujat.
Padahal semua ini terjadi sudah sejak lama, Cuma terblow up (ngetrend) saat ini. Hal pada masa kecil yang sering terpikirkan saat mendapatkan pelajaran agama sekarang ini benar-benar terjadi. Ada juga guru agama yang mengajarkan dengan wishdom yang mengenal menghargai perbedaan semasa sekolah dulu. Ini adalah semacam bom waktu yang akhirnya meledak, menampilkan umat-umat agama saling memperolok dan bahkan menghujat. Pola pikir surga dengan berbagai kenikmatannya membuat orang lebih memilih untuk mengambil jalan yang singkat.
Seseorang ketika membangun tempat ibadah maka dia akan mendapatkan pahala dari sebanyak orang yang beribadah di tempat itu. Lalu orang-orang kaya berbondong-bondong membangun tempat ibadah, agar pahalanya mengalir deras dan selalu terisi sehingga dia gak kekurangan pahala. Bahkan dijanjikan istana di surga, bayangkan istana lengkap dengan perabotannya.
Ada juga dengan berperang, maka akan di janjikan surga lengkap dengan keperluannya. Sehingga berbondong-bondonglah untuk maju berperang dengan janji yang ditawarkan. Tanpa berfikir perang untuk siapa dan apa, asal bawa bendera serta logo atau lambing-lambang agama itu bela agama. Janji surga memang memabukan, hingga ungkapan janji surga menjadi sebuah kiasan.
Aku sempat berfikir bahwa orang-orang yang posting di media social itu fiktif, bahkan aku berdoa semoga ini hanya fiktif. Ada yang posting dan mengumpat, buat apa belajar untuk terbang kelangit. Di kitab suci sudah di jelaskan apa yang ada di langit dan di bumi, lalu di beri akhiran “bego lu”. Ada juga balasan sebuah comment kalau manusia itu terbatas jadi buat apa mencari tahu, dengarkan dan pahami dari yang orang yang sudah paham aja. Pernah dengar ungkapan “ilmu pengetahuan itu kekuatan, tapi orang bodoh dalam jumlah yang banyak itu jangan diremehkan”.  Jika kita pahami sebenernya yang paling berbahaya dari semua itu adalah orang yang mempunyai pengetahuan dan menggunakan orang-orang bodoh jadi kekuatanya.
Kenapa tulisan diatas sempat membahas masalah membangun tempat Ibadah dan jadi tentara pembela agama. Pernah terpikir tidak jika dana uang untuk membangun tempat ibadah itu digunakan untuk memberikan dana pendidikan, atau membangun tempat pendidikan. Sehingga setiap manusia pada agama itu bisa memperoleh pendidikan yang baik dan murah atau mungkin gratis. Membangun tempat ibadah di hati generasi penerus umat yang cerdas dan gak gampang di bodohi.
Pernah terpikirkan tidak jika berperang itu memerangi kebodohan adalah sama halnya berjuang atas nama Tuhan. Ketika mampu menciptakan hal-hal  yang berguna untuk seluruh umat dan alam semesta. Sehingga tidak menjadikan perjuangan itu seinstan mie. Mati lalu masuk surga, tapi berjuang mendidik menemukan hal yang berguna bagi umat dan juga alam semesta. Bukan kah manusia di turunkan kedunia untuk mejadi penyembahNya juga menjadi penjaga dan pemelihara dunia.
Tapi emang yang paling enak sih perang mati dan masuk surga, tapi apa iya kita berperang demi agama ?? atau demi kepentingan orang yang berpengetahuan tadi. Aah buat apa mikir yaa kan udah di janjikan masuk surga, jika udah niat itu pasti di catat nya itu. Padahal kita manusia yang di berikan akal budi oleh tuhan. Dan jika janji masuk surga nya gak kesampaian gimana ??? mau bawa Tuhan ke meja hijau kah ??
Padahal Dia yang berhak memutuskan akan mana yang ke surga dan mana yang masuk yang lainnya. Pastinya Tuhan gak akan mengingkari apa yang telah dijanjikannya, namun Tuhan maha melihat. Melihat apakah niat mu itu membela agama atau hanya menginginkan surga, atau malah surga dunia. Terkadang kita lupa kalau sudah bersemangat bergelora dengan hembusan berbagai berita, yang memotivasi kita.

Dan mungkin juga tradisi takut bertanya, sehingga kita hanya di jejali dengan berbagai pemahaman yang keliru. Sehingga jika kita bertanya akan hal yang tidak selaras dengan si guru, maka berbagai cap dan pandangan tersematkan didiri kita lewat tatapan maupun ucapan. Jangan takut bertanya dan mencari tahu, serta mencari ilmu sampai ajal menjelang.

Selasa, 22 November 2016

Selamat Anda Menjadi Tuhan


Kita hanyalah manusia yang biasa
Warna dalam tubuh kita bukan kita yang memilih
Dilahirkan dalam dunia mana, bukan kita yang menentukan
Ada jiwa yang membuat kita hidup dan bergerak
Ada akal budi yang membuat nalar kita berjalan
Pikiran kita berproses
Salah benar kita tidak tahu pasti
Ada yang bilang kebenaran itu apa yang disepakati
Ada yang bilang bahwa kebenaran berpihak pada kekuatan
Hidup bercampur norma dan kepentingan
Tuhan ada karena manusia ada
Tuhan tiada, tanpa manusia yang ia cipta
Karena Dia disebut Tuhan oleh manusia
Karena Kuasanya dan Kemahaan nya atas apa saja
Kita berebut cara menyembahnya
Tanpa tahu sebenar-benarnya yang dia inginkan
Karena apa yang kau rasa benar menurut keyakinan mu
Maka itu yang di harapkan Tuhan
Selamat anda telah menjadi Tuhan,
Karena anda berteriak lantang dalam ucap,
Bahwa kebenaran hakiki ada dalam keyakinan anda
Dan langkah lebih pantasnya  jikalau triakan itu cukup dihati dan akal budi.


11/22/16 bali 1:15

Kamis, 03 November 2016

malam jum'at 3 November....

Pada sebuah malam, ada pemuda berdoa bersimpuh dikamarya. Memandang tokoh pemuka agama yang fotonya terpampang di tembok kamarnya, bak seorang superhero idolanya. Buku2 lusuh bahkan kitab suci yang bedebu tesusun rapi di atas lemarinya, mungkin karena sekarang lebih suka mendengarkan daripada membaca atau mencari tahu. Dia dulunya pekerja yang rajin walau hanya sebagai OB di kantor swasta, namun panggilan jiwanya menuntutnya untuk keluar.  Janji-janji surga menuntunya kedalam keyakinannya tentang lebih pentingnya surga dari kehidupan duniawinya. Rumah kontrakan yang sudah nunggak 2 bulan pun itu kepentingan duniawi yang harus disingkirkan. Berbekal baju putih yang modelnya bak baju tentara yang siap berperang di medan laga. Duduk berimpuh memandang foto tadi dan baju putih tentara, ia berdoa dengan khusuk.
Tuhan ijinkan aku untuk menuju medan perang mu, akan ku bela agama Mu dan diriMu di dunia ini. Karena janji mu akan siapa yang membela agama mu maka surga tempatnya, dan Mulia disisi Mu. Karena kata pemuka agama idola ku ini adalah waktunya untuk berjuang demi agamaMU. Tuhan telah kurelakan melepas pekerjaan ku untuk berjuang dijalan mu. Setiap berjuang kuteriakan nama mu dijalanan. Tidak lupa membuat mereka yang melihat merasa kami adalah pejuang yang serius berjuang di jalan mu. Tumbuhan ciptaan mu yang menghalangi kami pun kami singkirkan, karena tumbuhan tidak berjuang dijalan mu malah menghalagi jalan ku. Ku kencingi mereka karena waktu ku sangat berharga, hingga tidak ada waktu untuk kencing di tempat yang benar.
Tuhan akan ku bela dirimu, sehingga kamu tak perlu capek-capek turun kedunia hanya untuk menghukum 1 orang. Oiya pemuka agama idola ku udah bilang kewakil yang ada di parlemen, wakilin aku di pemerintahan namun apa kenal aku.  Yang penting mereka setipe dengan pemuka agama ku, yang jadi panutan dan idola ku. Lihat tuhan pakaian ku pakaian perang yang sudah disiapkan dan di beri gratis oleh idolaku. Pakaian sudah gratis, berjuang dijalanMu yang ditunjukan pemuka agama ku yang keturunan dari asal agama mu, lengkap nikmat mana yang kamu dustakan. Apalagi kalau sudah menjelang siang Tuhan, aroma nasi bungkus atau nasi ayam punya pak colonel itu bak bau surga yang kau janjikan. Serta bantuan dari idolaku selembar untuk uang rokok dan bensin selama aku berjuang. Betapa dia sangat berkorban untuk membela Mu dan Agama Mu.
Lihat mobil yang dia pakai, lihat sound sytem yang ada, dia benar benar tidak membutuhkan duniawi. Dia ahli surga mu, dan sosok yang menjadi panutan serta idola ku. Lihat saat dia marah-marah berapi-api seolah tiket surga dia yang pegang dan untunglah aku berada di dalam kelompok ini. Jadi bisa kebagiian tiket surga mu yang kamu janjikan bagi para pejuang mu. Lihat baju putihnya, perutnya, cara dia berjalan itu laksana pejuang yang dengan penuh kesombongan dan yakin akan kemenangan. Membuatku percaya bahwa perjuangan ini dalam posisi menang dan surga sudah di depan mata.

Udah dulu ya Tuhan doa ku, semoga perjuanganku membela Mu dan agamaMu menuju kemenangan. Dan ingat yaa Tuhan, kan aku sudah berjuang nih jangan lupa tepatin janji surga Mu. Kalau gak nanti kamu tak gugat bareng ama gugatan kebaran idolaku yang mau menggugatmu pas calonnya gak kepilih.  Aku dah ngantuk Tuhan, perjuangan juga butuh Istirahat karena yaa kopi masih sih tapi tanpa gula apalah daya. Semoga besok sehabis berjuang dapat lumayan bisa beli gula dan mie instant, aroma mie instant itu aroma surga mu juga. Seperti perjuangan ini, buka bumbunya rebus mie nya lalu setalah itu, tiriskan aduk-aduk dan nikmati surgaaa.  Dan pemuda itu pun tertidur memandangi idolanya.

Selasa, 25 Oktober 2016

Semoga memang Indonesia sedang “terbentur…terbentur…terbentuk”

Negeri ini memang istimewa sekali masyarakatnya, pemerintahannya juga medianya. Baik media social, televise ataupun cetaknya. Tapi memang sangat terlihat di media social dan televise sih, bagaimana masyarakat ini berfikir dan terbentuk pola pikirnya. Sebenernya aku percaya tentang apa kata pahlawan bangsa ini “terbentur, terbentur, lalu terbentuk” Tan Malaka. Walaupun orang seperti dia belum masuk kedalam seri pahlawan Indonesia setahuku. Atau mungkin sudah yaa… hahaha aku yang gak update. sebenarnya saat ini masih dalam positive think aja sama perkembangan Indonesia.
Kita di benturkan dengan berbagai keadaan yang tejadi di social media ataupun secara rill yang terjadi dilapangan. Pro kontra yang terjadi sangat asik untuk di baca dan dilihat, namun sangat sedih sebenernya kalau dirasakan. Contohnya adalah tentang surat al-maidah ayat 51 yang booming karena di ucapkan oleh seorang ahok dan dipotong videonya oleh orang gak penting, lalu menjadi viral karena potongan video dan kekurangan pemahaman Bahasa yang baik dari berbagai kalangan. Karena penggunaan Bahasa “jangan mau dibohongi  sama orang dengan mengunakan surat al maidah ayat 51” sama “jangan mau di bohongi sama surat al maidah ayat 51” tentu beda kan maknanya ?? kalau yang lulus smp aja pasti tahu masalah ini.
Cuma pastinya ada mungkin yang gak lulus Tk atau SD pun bolos dan gak diterima di smp manapun jadi pemahamnya lain. Bisa juga karena belajar membacanya otodidak, sering dan banyak orang yang seperti ini. Berpendirian apa yang di pahaminya adalah kebenaran mutlak yang harus diperjuangkan karena berasal dari pengalaman dia belajar membaca. Belum juga ketika para orang-orang yang ngaku ustadz atau ulama tertangkap karena berbagai kasus. Maaf karena memang tampilannya seperti ustadz-ustadz dan ulama-ulama yang ada di tv, dimas kanjeng, Aa Gatot, dll. Mereka menggunakan ayat-ayat untuk menipu dan mengelabuhi korban-korbanya. Untuk memenuhi nafsu-nafsu bejat mereka dengan menggunakan untaian ayat-ayat dan suara merdu kalem, kadang marah-marah kalau ada yang gak sepaham. Gak ada yang berteriak jihad ataupun apa, untuk menumpas orang-orang seperti ini, padahal menurut yang saya baca “dajjal muncul dimana yang benar itu di bilang salah, dan yang salah itu kebenaran yang diagungkan”
Atau taktik salah satu televise nasional yang menyiarkan berulang-ulang dan setiap hari lagu mars partainya. Walaupun memang setiap televisie swasta negeri ini penuh dengan kepentingan politik, namun apa perlu mencuci otak bangsa ini dengan lagu itu? Dulu waktu kita kecil akan terngiang lagu garuda Pancasila karena itu akan muncul di televise. Nah apakah kita bisa membandingkan lagu garuda Pancasila itu selevel dengan lagu mars partai tersebut. Serta setiap televise yang penuh dengan kepentingan pemberitaannya, yang harus selaras dengan partai yang punya stasiun tv nya. Apa iya setiap masyarakat harus beli atau langganan tv kabel sehingga bisa menjauhi hal-hal seperti ini. Salah satu pemilik partai ini sadar tentang taktik orde baru, masih ingat garuda Pancasila yang selalu di putar di tv, atau laporan khusus, atau mentri penerangan yang menerangkan harga cabe. Nah anak yang lahiran tahun 2000 an ini akan mengingat lagu itu ketika mereka dewasa nanti.
Pemberitaan media online yang begitu dituntut kecepatan tinggi dan selalu update memberitakan hal yang baru. Mungkin juga mempengaruhi isi berita yang disajikanya, misal berita tentang presiden bawa payung aja ada beberapa versi pemberitaan, tetang presiden yang mandiri, presiden memayungi gubernur papua, presiden yang tak mau dilayani ajudan, presiden pencitraan dll. Cuma membahas tentang presiden membawa payung. Bukan tentang pembangkit listrik yang sudah terbangun dan memulai pembangunan tahap berikutnya, ada sih Cuma beberapa saja. Gak seheboh berita anggota dewan yang memandang tentang pencitraan ampe bikin sajak segala. Sebenernya itu benturan juga kalau kita lihat secara waras dan tidak berbau sentiment atau emosional.
Presiden yang sedang meresmikan juga bekerja mengecek semua hal yang sudah terbangun serta mengecek pembangunan selanjutnya, dipadupadankan dengan salah satu wakil rakyat yang berhasil membuat sajak untuk sang presiden. Jika dilihat nya seperti halnya 10 th dan berhasil membuat banyak album, dan 2 tahun berhasil bikin bbm 1 harga seluruh Indonesia. Disisi ini saya yakin Tuhan ada dan masih sayang dengan negeri ini dengan menunjukan kejadian ini, tinggal manusianya yang ada di negeri ini mau gak melihat dan memahami secara waras saja.
Seperti hal nya Tuhan menunjukan kepada manusia di negeri ini tetang adanya manusia-manusia yang berkedok agama untuk mengeruk keuntungan seperti yang saya sebut diatas. Berbenturan dengan para pemuka agama yang benar-benar belajar agama dan menyampaikan kebeneran agama. Juga Tuhan menunjukan bagaimana orang yang terkenal karena televise dan media serta baru kemarin belajar agama lebih dipercaya ketimbang orang-orang yang belajar agama bertahun-tahun bahkan begelar Profesor di bidang agama.
Juga Tuhan sayang bangsa ini, dimana seorang anggota lembaga majelis agama di negeri ini begitu membela seseorang yang menggunakan agama demi keuntungan pribadi semata. Juga bagaimana menolak kerasnya lembaga ini untuk di periksa dan di audit aliran dana. Sebenernya kalau jadi umat yang baik harus mendukung lembaga yang bersih, dan mendukung untuk mengaudit lembaga agama ini. Karena uang atau apapun itu untuk kepentingan umat dan mensejahterakan umat, tagline nya biasanya gitu kalau meminta sumbangan atau ngumpulin dana.
Yaa sudahlah semoga apa yang di katakana oleh Tan Malaka benar adanya, karena negeri ini lama sekali enggak terbentur. Dan semoga memang “terbentur…terbentur… terbentuk”
Dan saatnya membenturkan bubuk kopi dan air panas, serta selinting tembakau untuk dibenturkan dengan api….

Nikmat mana yang kau dustakan…..

Jumat, 21 Oktober 2016

Pelajaran Agama

Pelajaran Agama
Ada sebuah keluarga hidup disebuah kampung kecil di pinggiran kota, pinggir kota yang tak terlalu ramai. Di karuniai seorang buah hati laki-laki yang aktif sekali, bocah ini adalah bocah yang mungkin paling cerewet diantara bocah laki-laki lainnya. Tiada henti bertanya akan apapun yang membuatnya bingung, atau yang dia ingin ketahui. Suatu hari dia melihat ayah dan ibu nya beribadah, lalu iya bertanya apa yang ayah dan ibunya lakukan. Orangtuanya menjawab beribadah menyembah kepada Tuhan nak, karena Tuhan yang menciptakan dunia dan seisinya termasuk kamu dan kami. Lalu iya pun bertanya kembali, haruskah melakukannya serta dimana Tuhan. Tuhan ada disana dan dihati kita nak, ini kewajiban manusia sebagai mahluk ciptaan nya yang harus menyembahNya.  Anak kecil itu bertanya lagi, adek berarti juga harus melakukan nya nanti kalau tidak Tuhan marah ya bunda. Iya nanti ikut sembahyang bersama ayah dan bunda yaa.
Selang beberapa tahun anak kecil ini masuk pada sebuah sekolah religi untuk anak-anak tk. Tiap hari diajarkan membaca kitab suci dan bernyanyi lagu-lagu religi. Pada suatu hari sang anak bertanya pada sang guru, apa itu surga dan neraka serta kenapa harus ada. Guru pun menjawab kalau surga itu untuk orang-orang yang baik, sedang neraka itu untuk orang-orang yang jahat dan berdosa. Lalu sang anak bertanya lagi apa itu dosa. Dosa itu perbuataan yang tidak disukai oleh tuhan dan dilarang Tuhan, maka Tuhan akan menghukumnya di neraka. Maka kamu harus menjalankan apa yang diminta Tuhan dan jangan melakukan apa yg dilarang Tuhan.
Waktu berganti saat nya si bocah kecil ini menginjakan kaki di bangku sekolah dasar, sekolah dimana bukan lagi sekolah religi. Sekolah negeri yang tak jauh dari tempat tinggalnya, pada saat memasuki kelas 5 dia mencoba bertanya kembali ke guru agamanya. Ia bertanya kenapa ada beberapa teman sekelasnya kenapa gak ikut pelajarannya. Pak guru menjawab karena lain agamanya, maka dia ikut pelajaran agama di lain kelas. Bocah itu bertanya lagi, kalau agamanya lain apa Tuhannya lain. Kepercayaan kepada Tuhannya lain, mereka menyembah dengan cara yang lain juga. Bocah itu pun belum puas dengan jawaban dari sang guru, lalu Tuhannya gimana pak, apakah lain juga atau sama. guru menjawab kamu belajar dulu dan ikuti pelajaran bapak, nanti kamu akan paham. Dia pun mengangguk dan terdiam memperhatikan pelajaran dari si guru agama.
Selang beberapa tahun masuk lah si bocah ini menginjak remaja, di masa-masa yang sangat pengen tahu dan merasa tahu. Pada waktu pelajaran agama di kelasnya ia mulai bertanya kembali pada guru smp nya. Karena dia merasa tidak mendapatkan jawaban pada masa sd nya, ia bertanya tentang nasib teman nya yang berbeda agama. Si guru menjawab ya mereka gak percaya pada agama ini, maka mereka kita sebut kafir. Wah berarti masuk neraka dong pak, dan juga gak bakal dapat surga kalau begitu. Iya mungkin, kalau mereka tercerahkan pasti akan masuk surge. Si bocah menjawab, tapi mereka kan baik-baik semua bahkan sangat baik rajin menolong juga gak nakal. Guru mulai menjawab dengan nada tegas, karena itu sudah ada dalam ketentuan agama. Agama yang gak adil atau Tuhan yang gak adil pak guru,tanya si bocah. Guru pun nyeletuk  dengan kata-kata yang membikin si anak diam, “wah anak komunis ini” dilanjut dengan menjawab itu terserah Tuhan. Kamu kalau tidak suka pelajaran bapak bisa keluar dari kelas saja, gak mungkin bapak Cuma jawab pertanyaan mu saja.
Dia terdiam lalu mengikuti pelajaran tanpa banyak bertanya lagi, sekalipun di lain hari guru memberikan waktu untuk bertanya ia enggan untuk mengangkat tangan dan bertanya.
Dan tiba saat dia di masa-masa remaja beranjak dewasa, masa-masa SMA. Dia sudah melupakan dan tidak lagi memikirkan hal-hal yang berbau agama. Namun ketika beranjak di kelas 3 SMA di beranikan diri untuk bertanya pada sang guru. Karena guru sedang menerang kan tentang surga dan neraka, pak bagaimana nasib orang-orang yang diluar agama ini. Guru menjawab neraka karena mereka termasuk kafir. Walapun mereka baik dan berbuat baik pak, saut sang murid. Guru pun menjawab iya, karena mereka telah tahu ada agama ini yang menyampaikan kebenaran tetapi mereka tetap percaya pada yang selain Tuhan dalam agama ini. Wah terus kalau orang-orang yang sebelum agama ini ada gimana pak? Atau orang-orang dipedalaman yang jauh dari akses informasi saut sang bocah. Guru menjawab dengan nada yang sedikit keras, kalau orang sebelum agama ini ada itu hak Tuhan, kalau yang sesudah ya tetap kafir namanya. Si bocah pun merasa aneh mendengar jawab sang guru lalu dia mengagetkan seisi kelas , bapak ini kok kayak Tuhan menentukan yang mana masuk surge, mana masuk neraka, kan kasihan kalau masuk neraka, salah mereka apa ? agama saya ini juga Cuma agama keturunan yang di tularkan sama orang tua saya. Mereka juga senasib seperti halnya saya, mungkin bapak kalau lahir di agama yang lain pasti menganut agama itu juga.
Kamu lancang dan keluar dari kelas saya, jawab sang guru dengan membentak sang anak. Saya pastikan nilai mu tidak lebih dari 5 atau mungkin kurang. Kamu sok tahu dan mencoba menganggu pelajaran agama ini, pertanyaan mu gak ada ujungnya. Mau jadi komunis kamu hah, sana keluar untuk kamu bisa ikut lagi pelajaran agama ini, harus membuat surat pernyataan yang di tandatangan orang tua mu dan kepala sekolah. Si bocah pun keluar sambil bingung apa hubungan komunis dengan agama yaa ??
Di hari selanjutnya orangtuanya pun datang ke sekolah, bersama si bocah menghadap ke kepala sekolah. Didalam ruangan kepala sekolah memberikan wejangan kepada murid dan orantua, bahwa harus menghormati seorang guru. Bertanya itu boleh dan bagus namun jangan menanyakan hal-hal yang mendasar yang tidak jelas ujung nya. Begitu kata kepala sekolah, banyak murid dan guru yang prihatin dengan sikap anak bapak. Mungkin perlu didik agama secara lebih mendalam lagi, pelajaran agama kan sudah ada panduan nya jadi ikutilah panduan itu karena itu jalan kebenaran.
Si bocah pun tertunduk karena sedih hal seperti ini harus melibatkan orang tuanya, dan cap tudingan dari para guru yang jatuh ke orang tuanya serta ke dirinya. Mungkin jika hanya dirinya ia gak akan merasa sedih, karena mnyangkut keluarga membuatnya menjadi sedih. Hukuman masyarakat yang menuding dengan keras dan tatapan tajam seolah keluarga tak beragama dan tidak bermoral.
Lalu orang tua menandatangani surat peryataan bahwa si anak tidak akan mengulangi hal itu kembali. Guru agama pun tersenyum lebar dan merasa kemenangan akan hal yang membuatnya malu di muka murid-muridnya. Tatapan yang seolah mengatakan akulah sumber kebenaran dan juga mengatakan udah lah jangan sok pintar kamu. Menatap mata muridnya yang tertunduk dan seolah memberikan motivasi, sembari berkata udah bapak maafkan kok. Tuhan aja maha pemaaf, bapak ini hanya lah ciptaannya jadi buat apa bapak marah dan tidak memaafkan mu.
Dalam hati si bocah “aku salah apa hingga aku kamu maafkan, bukankah tugas mu memberi pencerahan kepada ku tentang hal yang aku ingin tahu”, sembari mengangguk dan menatap balik tatapan gurunya. Dan akhirnya berempat keluar dari ruang guru, orang tua berterimakasih atas kebaikan hati dan kebijakan dari kepala sekolah dan guru. Sambil tersenyum terlihat oleh seluruh guru yang memang kantornya berada di depan kantor kepala sekolah. Seolah hal yang memalukan ini telah selesai dan tidak menyebar menjadi virus bagi yang lain, atau tidak sampai keluar dari sekolah hal yang seperti ini.
SMU pun terlewati dengan baik oleh si bocah, beranjak menuju tempat kuliah dia bingung dengan pilihannya apa yang sebaiknya dia pilih untuk melanjutkan study nya. Tak sengaja dia membaca buku dari seorang pengarang terkenal, imam al gozali yang berkata mengharamkan filsafat. Anak ini lalu tertarik untuk mengambil kuliah pada focus study ini, ya philosopy atau filsafat. Tp kampus ini hanya ada di salah satu perguruan tinggi ternama di kota itu, yang mungkin tidak pernah terbayangkan untuk bisa masuk kesana. Namun akhirnya dia masuk juga ke kampus yang ia idam-idamkan, bayangan ketika dia ada disana adalah orang-orang yang berpandangan terbuka atau open mind. Masuk lah ia pada tahun pertama kuliah, pada kuliah agama yang dia jalani, ia pun sempatkan bertanya kepada sang dosen. Tentang pertanyaan yang sama sewaktu dia masih sd-smp-smu, dan di jawab dengan sangat diplomatis standart kuliahan. Bawasan nya adalah hak Tuhan menentukan siapa saja yang masuk ke surga ataupun ke neraka.
Dia pun kembali bertanya, jika semacam itu berarti apapun agamanya itu agama Tuhan. Karena hak Nya lah yang menentukan siapa aja yang bakal masuk kedalamnya, apapun agamanya. Mungkin akan di bedakan dari tingkat kelakuan semasa mereka hidup. Jadi gak ada kaum kafir ataupun kaum murtad dalam agama apapun, pencerahan Tuhan bisa lewat agama apapun. Sang dosen menjawab ya tidak seperti itu, karena agama ini adalah agama yang paling benar dan yang lain berarti tidak menyakini Tuhan yang sebenarnya. Lalu si bocah menjawab lagi, bagaimana bisa dan mungkinkah jika orang-orang diluar sana itu belum mengenal, mengetahui ataupun sudah memeluk agama sedari lahir. Seperti halnya kita yang memeluk agama ini sedari kecil, dipaksa untuk memeluknya. Bahkan dipaksa untuk menjalankan ritualnya sehari-hari dengan ketakutan akan neraka dan mimpi tentang surge. Apakah bapak pernah berfikir jikalau agama ini salah berapa orang yang bapak ajak ke neraka.
Kamu anak semester awal sudah menanyakan hal yang aneh, ya inilah mahasiswa filsafat yang keblinger mendewakan logika. Padahal segala ilmu itu bersumber dari Tuhan dzat yang Maha, jadi jika kamu mencari hal-hal yang sekiranya meragukan mu maka kamu berada di tengah kegelapan. Hingga di berikan pencerahan tidak mau menerima dan selalu mempertanyakan.
Pupus lah harapan dan mimpinya di semester pertama dikampus itu, mimpinya tentang menemukan jawaban dari berbagai hal yang berkecamuk di kepalanya hanya di jawab dengan diplomatis dan juga tidak memuaskan. Cap sebagai mahasiswa filsafat yang tergelapkan dan tidak mendapat pencerahan pun terusung di pundaknya.
Kerena menanyakan sesuatu yang tidak lazim dan cendrung membingungkan itu adalah tabu dinegeri ini, agamanya adalah yang paling benar menurut masing-masing agama. Tentang hal-hal yang mencoba menelisik lebih jauh pun hanya akan mendapatkan cap dan sentiment negative dari yang mendengarkan. Atheis, komunis, adalah cap yang akan disandang oleh orang-orang yang mencoba menanyakan dan mencari tahu. Padahal komunis apakah ada hubungannya dengan agama dan tuhan, banyak negara komunis juga beragama dan bertuhan. Kalau atheis masih wajar lah disandang oleh orang yang mempertanyakan hal ini.
Mungkin memang doktrin selama 32th membuat orang-orang enggan bertanya dan menanyakan. Mimpi-mimpi indah surga dan ketakutan yang di ciptakan oleh neraka membuatnya terhenti untuk bertanya bahkan mencoba mencari tahu kebenaran yang hakiki. Ketakutan dan keindahan mimpi akan surga menumpulkan nalar, tentang kebenaran tetaplah kebenaran, dan kejahatan tetaplah kejahatan.
Pernah si bocah ini juga bertanya kepada seorang guru agamanya, kenapa orang-orang meminta doa kepada para pemuka agama. Apakah mereka tidak yakin akan doanya sendiri tidak akan di terima oleh Tuhan. Guru agamanya menjawab dengan hal yang janggal, bahwa pemuka agama mungkin lebih dekat dengan Tuhan sehingga jika ia mendoakan maka akan cepat terwujud. Padahal pada setiap kitab di jelaskan tentang Tuhan akan mendengarkan setiap doa hambanya. Hak tuhan lah kapan hal itu akan terkabul kan dan terwujud.
Ada juga pemuka agama yang sesumbar mau menuntut Tuhan atau menggugatNya jika keinginannya gak terpenuhi. Adalagi yang menyatakan jika hal yang salah dan merugikan orang banyak akan baik jadinya jika keuntungan itu di pakai untuk membangun rumah Tuhan. Apakah orang-orang seperti ini layak menyandang gelar pemuka agama ?? apakah Tuhan itu sekerdil itu sehingga mampu di gugat oleh manusia ?? apakah tuhan serendah itu sehingga Dia mau masuk ke rumah Nya yang didirikan dari hal yang merugikan orang banyak, menyiksa orang banyak, serta membodohi orang banyak ? apakah Tuhan ayat Tuhan sehina itu, hanya untuk memenuhi nafsu bejat birahi selangkangan juga haus harta kekayaan, sehingga orang-orang yang mengaku pemuka agama ini dengan bebasnya mengumbar ayat tuhan untuk melakukan hal-hal memuaskan nafsu mereka ?? apakah orang-orang seperti ini bukan termasuk penghina ayat-ayat Tuhan, hanya karena mereka seagama ??
Dan ketika agama dijadikan tameng untuk membebaskan orang berbuat kekerasan, berbuat keonaran, berbuat semaunya mereka, atas nama agama, apakah agama ini sehina itu ?? apakah hanya karena miskin dia tidak berhak untuk datang kerumah Tuhan ?? apakah karena miskin maka pemuka agama selalu menjual surge dan menakuti dengan neraka ?? karena 32 th di manjakan, sehingga ingin ke surga dengan cara yang singkat, walapun miskin maka berjuang dng maju paling depan membela pemuka agama yang dia sendiri mungkin tak bisa menolong dirinya sendiri di hadapan Tuhan.
Karena si miskin berkhayal jika suatu saat pemuka agama ini lah yang akan menolongnya menuju surga, padahal dalam agama sudah di beri tahu bahwa tidak aka nada yang bisa menolong siapapun di hadapan Tuhan kecuali si pembawa pesan dan kesayangan tuhan. Dan itu pun Cuma dia seorang saja, bukan para pemuka agama yang mereka bela mati-matian atas apa yang di ucapkan, demi kepentingannya.
Semoga suatu saat nanti sekolah menjadi tempat bertanya, menjadi tempat yang benar-benar menggali ilmu. Bukan hanya menuruti apa yang sudah ditulis dan disepakati secara kelompok agama atau dilihat dari sisi untung rugi saja, serta kepentingan penguasa
Si bocah tadi pun menjadi agnostic , yang mungkin di bilang trend anak muda sekarang. Tapi sebenernya berawal dari kekecewaan yang dia alami, lihat, dan rasakan.

Kamis, 20 Oktober 2016

SIRAMAN ROHANI

Suatu sore disebuah kampung, para pemuda bergotongroyong dengan penuh semangat membangun tenda dan panggung. Akan ada seorang pemuka agama yang datang memberikan siraman rohani atau bisa dibilang pencerahan untuk warga. Panggung telah rampung di garap, tenda telah berdiri, kursi-kursi sudah tertata rapi tinggal menunggu persiapan dari soundsytem yang sedang diselesaikan. Soundsytem terbaik yang ada di sekitar daerahnya yang sering menjadi tempat untuk menyewa acara-acara besar. Lampu penerangan seadanya karena bukan konser music, lebih kesebuah pencerahan rohani untuk warga.
Sore telah menjelang persiapan pun rampung dikerjakan, pemuda- pemudi dan warga desa pun telah dandan rapi berbusana religis, wangi dan bersih. Karena pemuka agama ini sangatlah terkenal sering muncul di media baik elektronik ataupun cetak, apalagi social media. Ada seorang datang dia mengaku sebagai wakil dari pemuka agama yang terkenal itu. Dia memberitahukan ke pimpinan warga tetang apa saja yang harus di persiapkan untuk menyambut kedatangan beliau. Setiap harus warga berjejer rapi biar tidak seperti orang yang berebut salaman. Bapak minta agar di jemput dengan mobil yang sudah di minta ke panitia, mobil keluaran terbaru dan cukup mewah. Bapak juga gak bisa makan makanan yang biasa dan bersama-sama warga, nanti tolong sediakan tempat untuk beliau dan tamu undangan. Serta jangan lupa nominal yang sudah di sebutkan untuk beliau disiapkan. Amplopnya nanti tolong diserahkan ke saya sebelum bapak mulai memberikan siraman rohani.
Lalu warga menyiapkan segala keperluan pemuka agama itu, mobil yang sudah disewa diminta segera menjemput. Uang sumbangan warga yang terkumpul pun segera untuk dimasukan kedalam amplop yang uangnya sempat di tukarkan ke bank agar tidak berupa recehan. Sumbangan warga kampung yang menarik iuran seikhlasnya minimal Rp 20.000, yang sudah terkumpul bersama dana rumah ibadah. Tekumpul sekitar Rp 20 jt, terdiri dari sumbangan warga, kas rumah ibadah, dan juga kas pemuda yang aktif di kegiatan ibadah. Sedang untuk keperluan lain-lainya sudah disponsori oleh salah satu produk pembuat baju-baju bernuansa religi. Yang bintang iklan nya adalah bapak pemuka agama itu juga, dan sebagian warga menyempatkan untuk membeli baju itu agar terlihat bagus di mata pak pemuka agama.
Tak berselang lama iring-iringan kendaraan datang membawa rombongan pemuka agama tersebut. Mobil mewah berada di tengah diapit oleh mobil yang lain yang di pakai oleh para murid-murid setianya dan ajudan yang tadi sempat datang lebih dahulu, disusul oleh para pejabat – pejabat daerah dan instansi. Bapak pemuka agama enggan turun sebelum warga berjejer rapi dan para pejabat sudah terlebih dahulu turun dari kendarannya. Setelah semua warga berbaris rapi dan para pejabat berdiri didepan seolah menyambut kedatangan dari bapak pemuka agama ini. Beliau keluar dari mobil mewahnya dengan tersenyum lebar berbusana sangat religis seperti gambaran orang-orang tempat dimana agama itu berasal. Memberikan salam kepada para pejabat daerah, lalu melambaikan tangan kepada seluruh warga yang telah berbaris rapi menyambutnya.
Para pejabat dan bapak pemuka agama bersama berjalan menuju ke kursi VVIP yang sudah disiapkan oleh warga. Banyak warga mengambil foto seraya meminta foto bersama namun tak di hiraukan olehnya. Dia hanya tersenyum ramah ke warga desa yang mempersiapkan perhelatan ini dan menunggu siraman rohani yang menyejukan dari nya. Asisten pribadinya pun menuju ke ketua panitia untuk mengambil amplop yang sudah dipersiapkan, dan berisi seperti yang sudah disepakati 20 jt untuk 1 jam siraman rohani.
Lalu acara pun di mulai, pertama-tama sambutan dari pejabat daerah yang memberikan salam selamat datang bagi pak pemuka agama. Dengan rasa senang dan bangga pak pemuka agama mau berkunjung memberikan siraman rohani ke warga desa. setelah selesai pidato dari pejabat daerah lalu dilanjutkan dengan hiburan bernuansa religi yang sudah di siapkan oleh warga. Ditempat duduk VVIP pejabat daerah sedikit berbincang dan menanyakan ke pemuka agama. Apa gerangan isi dari siraman rohani yang akan disampaikan, sang pemuka agama pun menjawabnya dengan tersenyum. Hal-hal kehidupan biasa yang sering terjadi di masyarakat serta beberapa pesan yang diminta oleh sponsor. Pak pejabat pun mengangguk sembari menanyakan kesediaan pemuka agamanya untuk membawa pesan-pesan politik sehingga warga tidak salah mengambil jalan politik. Itu bisa diatur, jawab pak pemuka agama sambil tertawa. Karena agama adalah kekuatan politik saya tidak ingin umat menjadi salah mengambil atau memilih nya. Tentunya saya berharap warga bisa mengambil jalan politik seperti yang saya dan bapak inginkan bukan.
Acara pun tiba saatnya pada si pemuka agama untuk tampil diatas panggung, dengan kursi yang disiapkan di tengah-tengah panggung dan mic. Dia berjalan keatas panggung dengan bangga dan tersenyum kepada setiap warga yang melihatnya. Kursi pun dia duduki dan mulai membuka pencerahan rohani, dimulai dengan doa-doa yang dia sudah hafalkan. Dan dia pakai selalu dimanapun dia memberikan pencerahan rohani. Pencerahan diawali dengan kehidupan social yang ada di masyarakat, tentang agama mengajarkan kita untuk saling bantu-membantu terhadap sesama manusia. Dia mengingatkan untuk tidak hidup bermewah-mewahan, kepada warga yang hadir. Apalagi sombong akan kemewahan dunia, pelit akan ilmu, atau tak mau membantu menolong. Dan tak lupa dia memberikan pencerahan tentang kesabaran, kesabaran adalah kunci ketaatan kepada Tuhan. Menjalan kan perintah Tuhan yang begitu banyak itu membutuhkan kesabaran dan keteguhan hati. Lalu dilanjutkan dengan bagaimana manusia harus bisa melihat sekelilingnya, mencari rejeki yang baik agar yang tumbuh didalam tubuh juga baik. Mengingatkan tentang jangan mudah berburuk sangka akan segala hal yang terjadi, mungkin itu terjadi karena kehendak Tuhan. Mengingatkan pada setiap warga tentang ciri orang munafik, yang dia jadikan contoh adalah pemimpin yang mengumbar janji-janji namun tak menepati.
Seketika itu waktu pencerahan rohani sedang berlangsung khitmat, tiba-tiba terjadi mic nya trouble dan mati. Dia bingung dan merasa malu, dia berteriak kepada soundman untuk segera memperbaikinya. Seorang soundman lalu berlari membawa batrai dan mic wairless sebagai ganti diatas panggung, seketika itu juga si pemuka agama membentak-bentak dan mau memukul si sound man. Atas dasar kepentingan umat yang haus akan pencerahan rohani bisa-bisa nya kamu anggap ini hal sepele. Mereka ini warga yang udah bayar kamu untuk berikan kualitas sound yang bagus dan itu untuk Tuhan dan umat, kamu kerja gak bener” umpat sang pemuka. Untung saja ada beberapa pejabat dan petugas keamanan yang langsung melerai diantara keduanya.
“maaf warga sekalian, saya marah karena tidak tanggung jawabnya si soundman yang membuat pencerahan rohani ini menjadi terhenti dan tersendat” begitu kata pemuka agama saat memulai kembali siraman rohaninya. Warga pun terkejut dengan sikap nya, dan mulai melihat si soundman ini adalah sumber masalah. Dia gak memperhitungkan bahwa yang diundang adalah pemuka agama yang terkenal, dan semuanya harus serba sempurna. Ya setiap alat elektronik itu tidak bisa di prediksi rusak atau tidaknya namun mestinya harus baguslah untuk acara inti. Begitu gumam salah seorang warga yang hadir disana. Melihat hal itu sang pemuka agama lalu membicarakan tentang tanggung jawab, mencotohkan sound man yang tidak bertanggung jawab terhadap kepercayaan yang di berikan warga untuk mendapat kualitas sound yang bagus.
Dengan muka yang sedikit kesal dia mengambarkan dan melukiskan orang yang tidak bertanggung jawab terhadap kepercayaan yang di berikan. Lalu dia memulai berdoa dan mengajak warga semua ikut berdoa, sambil menangis-nangis doa ia panjatkan kepada Tuhan. Berdoa sepertihalnya biasa yang dia sudah hafalkan,dan dia keluarkan disetiap saat dia mengisi pencerahan atau siraman rohani. Warga yang mendengarkan nya pun ikut menangis dan sedih mendengar kata-kata yang bergetar dan tangis dari sipemuka agama. Lalu pemuka agamanya pun menutup acara itu, panita sedikit bingung kenapa tidak tepat 1 jam. Panitia sepakat dengan si pemuka agama untuk memberikan siraman rohani selama 1 jam, ini hanya 40 menit diatas panggung. Seorang pemuda setempat mencoba menanyakan kepada asistennya (murid pemuka agama) kenapa beliau hanya 40 menit diatas panggung. Asistennya pun menjawab bahwa bapak kecewa dengan sound sytem nya jadi beliau memutuskan untuk menyudahinya. Si pemuda itu pun mengangguk, dengan perasaan yang bingung juga kesal dengan si soundmannya. Membuat pencerahan rohani tidak berlangsung selama yang direncanakan, karena ulah dan kesalahan sound mannya. Padahal si pemuda ini juga ikut memastikan bahwa sound sytem sudah sangat bagus dan sudah sesuai, lancer tidak mengalami gangguan saat di coba sebelum acara mulai.
Setelah pemuka agama turun dari panggungnya panitia pun menutup rangkaian acaranya, lalu si pemuka agama di persilahkan untuk menuju ruang makan bersama para pejabat. Warga diberikan bingkisan nasi dus yang sudah dipersiapkan oleh panitia, boleh dimakan disana ataupun di bawa pulang. Pemuka agama masuk ke ruang makan bersama pejabat – pejabat, dengan senda gurau dan bercanda terdengar tawa hingga diluar ruangan. Asisten nya menghampiri panitia untuk mempersiapkan mobil untuk yang tadi di pakai oleh pemuka agama tersebut.
Setelah selesai makan dan berbincang-bincang dengan para pejabat, pemuka agama pun bergegas keluar ruangan. Dengan tersenyum dia memandang beberapa warga yang menikmati nasi dus, serta melambaikan tangan tanda dia mau segera pulang. Dia masuk ke mobil yang telah dipersiapkan, sambil bersalaman dengan pejabat – pejabat setempat, beberapa warga yang ingin bersalaman pun tidak bisa karena terhalang oleh petugas keamanan. Lalu mluncurlah pulang rombongan pemuka agama menuju hotel tempat menginap.
Dan wargapun kembali bergotong royong untuk membereskan segala sesuatu termasuk membersihkan tempat perhelatan acara. Ketua panitia memotong 10% biaya soundsytem karena tidak sesuai saat persiapan, persiapannya bagus kenapa waktu acara bisa mati mic nya ditengah2 acara. Sehingga sipemuka agama hanya mau memberikan pencerahan dan siraman selama 40 menit. Soundman pun menerima hal itu, melihat emosi warga akan kejadian tersebut. Mungkin saja jika dia tidak terima akan hal itu akan mendapat amuk warga.

Selesai

nb :cerita ini hanya karanganan belaka, jika terjadi kesamaan cerita dan alur cerita mungkin penulis berada pada tempat acara yang sedang dilaksanakan,  terimakasih.
juga tidak menyangkut pada salah satu,dua,tiga, atau lima sekaligus..... :D:D:D

Kamis, 29 September 2016

Kepada Nara Rakhmatia

Hai kak Nara  Setelah melihat aksi mu dialam video pada saat sidang PBB dan juga uraian dari berbagai blog yang ada di facebook dan media social lainnya aku salut dan bangga pada mu. Salah satu pahlawan bangsa menurutku, biar kanlah kicauan tentang mereka yang memandang dirimu tak cerdas dan menutupi persoalan HAM yang ada di tanah papua. Menurut mereka jawaban mu menutupi kenyataan yang ada di tanah dan negeri ini, tapi apakah mereka berhak tahu apa yang terjadi di bangsa ini?? Apa mereka juga akan memberikan solusi untuk negara ini ?? apa mereka menjadi bagian dari negara ini ?? apa mereka juga memikirkan tentang mau di bawa kemana negeri ini ?? menurutku tidak….
Seperti hal nya dalam sebuah keluarga pasti ada cacat dan buruknya, juga ada bahagia dan baiknya. Apakah pantas jika kita umbar dan sampaikan semua itu selayaknya infotaiment di tipi, nanti setiap saat kita akan melihat didalam televise hanya sebuah kebencian yang di umbar karena itu banyak yang menonton. Selayaknya urusan didalam keluarga diselesaikan dalam keluarga, kenapa harus ada campur tangan dari keluarga lain. Apakah mereka setiap saat tahu apa yang terjadi di keluarga ini (bangsa ) dan juga membantu menyelesaikan nya ?? atau hanya mencoba lari dari masalah dalam keluarganya lalu melempar masalah keluarga lainnya.
Ya memang benar jika bangsa ini belum bisa menyelesaikan berbagai persoalan HAM yang ada di negara ini dengan baik. Banyak pelanggaran yang tak hanya jatuh di tanah papua saja, pelanggaran yang ada di negara ini banyak juga didaerah lain. Apakah itu juga harus di umbar dan disampaikan ke dunia ? banyak sekali kasus HAM di negara ini. Dan lihat lah di media-media negeri ini ada kah yang berusaha membahasnya ?? atau lihat lah lembaga yang menaunginya apakah sudah berjuang dengan maksimal ?? apakah mereka yang menyebutmu tidak cerdas menjawab juga berjuang memperbaikinya ???
Sekarang ke negara yang ada di dalam perkumpulan itu apakah juga melihat pelanggaran HAM yang terjadi di dunia oleh negara-negara besar ?? apakah lembaga itu tidak ada yang membaca berita tentang pelanggaran HAM yang terjadi dan lebih parah dibandingkan di negara ini. Palestina, irak, afganistan, suriah, dll mereka bertindak dan memberi kan sebuah hal yang berarti kah ? sudah lah mbak jangan dengarkan mereka yang berkicau menjelekan mu.
Mungkin mereka gak mengerti apa yang coba kamu selamatkan demi bangsa ini, mungkin mereka lupa kenapa tambang ditanah papua bisa ada dan atas intervensi negara mana. Sehingga waktu itu terjadi kesepakatan dan tanda tangan setelah bung karno lengser. Pertambangan di tanah papua ada karena intervensi dari bangsa lain, Juga ditanah-tanah lain di Indonesia pada masa itu. Saya teringat kata-kata orang jawa “nabok nyilih tangan”/ melayunya “lempar batu sembunyi tangan”, mereka bersih dan tampak bersih sementara budak-budak nya para pejabat masa itu tampak kotor serta melakukan hal-hal yang diinginkan Tuannya. Pada masa itu jika Tuannya tak diturutin kemauannya maka apa yang akan terjadi saat ini ?? bisa kah di bayangkan ??
Marilah kita selesaikan Kasus pelanggaran HAM di negara ini tanpa campurtangan dan intervensi dari negara lain ataupun kelompok arisan bangsa-bangsa itu. Yaa mungkin mereka perlu mengingat lagi kenapa bung karno memilih keluar dari kelompok arisan ini. Tebang pilih dan masalah siapa yang kuat itu berlaku juga di dunia bukan hanya didalam negara ini. Karena pada setiap negara  itu hanya bermuara pada kepentingan, untung rugi, dan juga kepentingan –kepentingan yang lainnya. Seolah negara-negara kuat itu bisa berbuat sesukanya dan membantai sesukanya dengan dalih yang mereka bikin. Ya mungkin bacaan ku gak sekeren mereka yang menghujat mu, Cuma aku percaya dan yakin apa yang kamu sampaikan itu untuk kebaikan bangsa ini juga untuk masyarakat dan rakyat didalamnya termasuk saudara kita di papua. Dan ayo bersama-sama kita benahi negara ini serta kita kawal pemerintahan yang sekarang ini biar tidak menjadi centeng bangsa lain lagi. 

Okey kak Nara Lebih baik kita ngopi saja, kakak ngopi gak ?? kalau enggak ya ngeteh bareng aja. Duduk dan ngobrol-ngobrol kita.

Sumber screen shot
Mungkin kita bisa membaca negara mana yg ada dibelakangnya 
Dan berita local dari negara tetangga yg gaduh bisa dilihat di web nya negara yg mengatasnamakan negara pasific

https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/geos/bp.html

Kita bangsa yang pemberani

Kita bangsa yang pemberani
Kita hanya takut akan tiada nasi
Pengusuran dan berjuta empati
Kita tidak takut bertahan
Kita takut perubahan
Kita tak takut kehinaan
Kita takut tidak mendapat jatah setoran
Kita tidak takut tidur di bedeng
Kita takut kenyamanan
Kita tidak takut untuk menentang
Kita takut di cap melawan
Kita tidak takut untuk berteriak lantang
Kita takut akan kebenaran
Kita tidak takut informasi
Kita takut pulsa tak terisi
Kita tidak takut menjual religi
Kita takut surga dunia tak terbeli
Kita tidak takut saudara kita mati
Kita takut diri kita dihabisi
Kita tidak takut korupsi
Kita takut tidak bisa berwisata religi
Kita tidak takut untuk memuja NYA
Kita takut NerakaNya terlalu cepat datang ke dunia
Biarkan mereka disana, asal kita disini baik-baik saja…
Karena kita pemberani….
(mungkin itu yang singgah dan menetap dihati dan pikiran mereka)

Minggu, 25 September 2016

Berebut kursi di ibu kota

Seorang ibu terdiam ketika melihat anaknya meminta ijin, karena diam si ibu sang anak mencoba mencari perhatian dng berbagai cara. Mengumpulkan teman-temannya agar dia mendapat ijin untuk duduk dikursi itu lagi. Lalu berkumpulah rame-rame teman-temannya, namun sang ibu masih terdiam. Si anak mengajak teman sepermainan nya yang bukan pilihan ibu nya, namun sang ibu tetap terdiam. Setelah itu paman, bibi, nya melihat dan memberi dukungan ke sang anak, Namun sang ibu tetap diam. Si ibu tentunya hanya diam bukan menutup mata, membuat si anak penasaran kenapa dia hanya diam. Setelah si ibu melihat semua usaha dan kerja kerasnya, serta memastikan anaknya akan di bantu dan dilindungi paman dan bibinya yg biasanya jahat. Maka sang ibu pun memberi restu kepada sang anak agar duduk kembali ke kursi goyang.... Namun dng syarat ditemani oleh teman pilihan sang ibu.

Berbeda keluarga yang lain nya, ada anak mencoba menarik perhatian ayahnya. Bahkan mengahbiskan uang jajannya hanya untuk membuat poster, video, dan lain-lain. Keinginannnya sama ingin duduk di kursi goyang, karena itu menjadi impiannya. Si anak mencoba segala hal untuk menarik perhatian sang ayah yg sibuk ini. Pada suatu hari sang ayah memanggil sang anak, lalu ia mengajaknya duduk bersama. Lalu sang ayah bertanya ke sang anak, "nak bapak ingin dia duduk di kursi goyang itu, apakah kamu akan marah?" sang anak menjawab "tapi ayah teman ku ini pernah menghina mu, waktu ayah mau duduk di kursi goyang yg besar itu". "biar lah nak, yg kutanyakan pada mu jawablah dulu" kata sang ayah. " aku tidak marah, namun ijinkan ku untuk menemaninya minimal disebelahnya.... Karena sebelum ini aku udah menengok tempat kursi itu ditaruh dan aku dah bilang ke teman-teman, aku menengok calon kursi yang akan ku duduki esok, biar muka ku gak malu ayah" jawab sang anak. "orang ini lugu nak, jika esok dia tergoyang dan jatuh, siapa tahu kamu bisa duduk di kursi itu" jawab sang ayah.

Pada keluarga yg lain terjadi hal yg lain pula, sebuah keluarga yg penuh prihatin dan rasa sayang. Ayah nya sedang berbincang pada sang ibu diteras rumah, si ibu sedang membersihkan kameranya. "sudah lama kamera ini tak digunakan ayah, adakah cara biar mama bisa hunting lagi". "Sudah lah ma, ayah sudah 2x jadi, sekarang sudah tak bisa lagi duduk di kursi goyang yg mewah itu" jawab si suami. Lalu istrinya berfikir keras sambil membersihkan lensa-lensa besar yg sering ia gunakan dulu selama 2 periode. Ditemani pembantunya yg cantik yg membawakan lap dan kipas angin kecil dibelakangnya(udara sering gerah). Si ibu tiba-tiba mempunyai ide, "bagaimana kalau anak kita duduk di kursi goyang yg sedang dulu yaah, sementara dia duduk ibu bisa hunting, nanti dia duduknya ditemani asisten kita". "kursi yang dia kejar beda bu, dia mengejar bintang dan kursi yang lebih terlihat gagah" jawab sang ayah. "cobalah ayah bertanya padanya, atau kita tanyakan berdua" jawab si istri. Lalu si istri meminta ajudannya memanggil si anak, yang rapu berseragam dan terlihat seperti suaminya pada masa muda. "malam ini ibu dan bapak mau menanyakan pada mu, gus kamu mau gak duduk disana, karena bapak dan ibu ingin sekali melihat mu duduk disana, ini permintaan ibu mu nak... Jika kamu duduk dikursi pilihan mu terlalu lama nak." tanya sang ibu. Anaknya kaget dan gak menyangka orangtuanya akan bertanya hal yg demikian. "lakukanlah ini demi ibu mu nak, lihat lah kamera ibu mu... Tak lagi bisa cekrek2 karena papa mu sudah pensiun" lalu sang anak pun dengan berat hati menjawab "baiklah bu, aku mau" setelah itu sang anak masuk kamar dan menulis surat kepada kursi berbintag. Dia mundur untuk menggapai kursi langit, yang mungkin suatu saat nanti lebih tinggi dari orang yg duduk dikursi bintang.

Sebuah kisah keluarga yang hidup di ibu kota, tentang perebutan kursi..

Rabu, 21 September 2016

Sungguh negeri yg ajaib

Seorang anak kecil berlarian di lapangan pinggir senayan memandang sebuah stadion megah. Ia berlari seolah dia akan menaklukan dunia dengan kakinya. Disamping jalan ada si penjual teh botol seusia bocah yg berlari tadi, menjajakan botol minuman kepada yang haus. Didepan berdiri megah gedung menara setasiun tv nasional, yang seolah mencakar langit tanpa kuku. Hilir mudik lalu lalang kendaraan yang ramai, terdengar sirine patwal mengawal rombongan mobil mewah hingga tiada yg menghalang. Takut jika ada yg menghalang maka rombongan terhenti sehingga mesin mobil mewah itu akan terbakar.
Ada juga vorider sepeda motor diikuti rombongan genk anak motor yang penumpangnya bukan anak-anak lagi. Mereka tidak bisa pelan jika pun pelan tak kuasa menahan berat motor. Bukan karena usia motor yang tua, kaki tua pengendara yang tak kuasa menahan beban. Faktor usia menyebabkan genk anak motor satu ini butuh pengawalan extra.
Ada juga yang sedang ngopi diwarung sebelah kedai bakso mahal samping hotel mewah, belakang gedung para wakil.
Khusuk membicarakan siapa pembunuh yang sebenarnya, dan bagaimana sianida itu masuk kedalamnya. Sruput kopi dan kepulan asap rokok menambah khusyuk perbincangan mereka tentang bagaimana nasib persidangan itu. Padahal mereka pun punya nasib bagaimana hari ini?? Seruputan kopi dan kepulan asap melupakan didepannya juga sebuah gedung sidang yang ramai, ramai membahas nasib mereka yang mewakili bukan tentang nasib yang diwakili. Tak kalah seru obrolan depan pangkalan ojek, yang membahas nasib kota ini. Satu logat sunda dan satu logat jawa dengan bahasa kota. Pernah tak mangkal hanya ingin memperpanjang ktp dikampung. Ya ini tentang nasib mereka berada dikota itu, apakah akan mendapatkan fasilitas yang sama seperti orang-orang yang lain.
Menikmati suasana pasar menuju halte busway, bersama seorang bapak-bapak yg sangat religis penampilannya. Duduk menunggu bis datang bersama teman nya, ia tiada henti menghujat dan mengkritik pemimpin kotanya. Mungkin hanya karena beda keyakinannya, hingga berbuih ia mengucapkan dalil-dalil. Hingga bus itu datang, bus buatan eropa dan terbaru dengan ukuran yang lebih lega serta nyaman dng ac didalamnya. Lalu bapak religis dan temannya masuk duduk dan meneruskan obrolan tentang hujatan.

Pada sebuah minggu...

Rabu, 07 September 2016

Ahok-jokowi lovers and haters, yg terlena....

Berasa memang negeri infotaiment atau memang negeri yang selonya tiada tara. Tanah subur makmur lempar padi tumbuh padi, lempar jagung tumbuh jagung, lempar beton tumbuh gedung.
Saking kayanya negeri ini, lempar ahok dan jokowi tumbuh hater dan lover. Dan subur sampai kebawah-bawah, jadi obrolan dari yang angon bebek ampe yang kerjaan nya paripurnaan. Kalau jokowi mungkin karena dia menjadi pemimpin satu negara pantaslah diobrolkan seluruh negeri. Lah ahok dia dijakarta trus yg belum pernah liat monas aja bisa ngomongin, ampe kadang bisa lebih tahu. Emang ajaib perkembangan negeri ini lewat internet, bisa buat orang ngomong banyak hal.
Bisa bikin anak sd nangis sesegukan kalau walikotanya entar pindah ke ibu kota, serta bisa bikin setiap jari menghujat dan menyanjung. Setelah sekian lama ini kok jadi nya terlihat ini terbentuk yaa, mungkin hanya aku yang membacanya atau yang lain juga.
Ada tulisan menarik yang sempat tak baca di facebook, bahwa tanah sawah digusur pindah ke kota digusur. Sawah nya sepertinya ditinggalkan oleh para pemudanya karena tertarik kerja dikota, sedang tanah dikota yg dijadikan tempat tinggal memang bukan tanahnya. Trus gimana coba di daerah dipaksa jual tanah, nyampai dikota tanah yang bukan miliknya digusur.
Sedih sebenernya melihat kenyataan ini, namun berita ini sungguh memuakan karena selalu diisi kepentingan entah itu lover ataupun haters.
Masalah yang penting untuk bersama malah gak pernah ada yg demo besar-besaran baik lover ataupun haters. Gak ada galang aksi solidaritas kumpul ktp untuk menentang atau menuju tujuan bersama.
Simple nya adalah, masalah HUKUM baik korupsi ataupun yang lainnya. Berita vonis hukuman yang kemarin di hukum lebih ringan dari maling ayam aja gak ada yang bahas. Cuma dihukum 3th penjara ma denda 200 jt, lah dendanya murah bangets jualin empang aja dah cukup. Namanya koruptor tu ahli lobby2 dan transaksi dipenjara bisa acting kelakuannya baik, dapet potongan deh.
Ayolah kalau pun kalian pengen pemimpin yang jujur,  amanah, dan bekerja tu simple rumusnya. Kalau hukum nya bener ya pasti pemimpinannya bener, gak cuma bener tp banyak yang akan berfikir ulang untuk maju jadi pemimpin. Ketika hukumnya gak bener, bekas narapidana koruptor aja bisa menjadi pejabat.
Ini sekedar tulisan aja sapa tahu sedikit membuka mata, kalau mau milih pemimpin yang diidolakan ya harus dibenahi hukum nya. Hukuman mati atau dimiskinkan jika korup, mungkin akan membuat jera para pemimpin atau pejabat dan membuat orang berfikir ulang untuk menjadi pemimpin karena untuk kepentingan pribadi. Haters dan lovers baik jokowi ataupun ahok ini sepertinya ada yang menjaga untuk selalu seperti ini, biar masyarakat berifikir pemimpin menentukan segalanya. Padahal di sebuah negara HUKUM adalah pimpinan paling tinggi, presiden pun harus tunduk kepada hukum. Yang seharusnya kita coba melihatnya ada diranah hukum, udah dikasih contoh kalau yg independent aja tumbang karena hukum. Belum kampanye dan suruh ngumpulin ktp yg jumlahnya gak masuk akal. Kalau memang mau menyeleksi siapa pemimpin berikutnya, maka mari kita benahi undang- undang dan hukum kita. Jika penegak hukum kok mempermaikan hukum ya mari kita benahi juga hukum dan praturan hukum untuk penegak hukum.

Indonesia akan selalu terisi oleh para lintah dan para penghisap darah bangsa sendiri kalau tembok hukumnya cuma kain satin yg kelihatan menyala namun tipis dan mudah dirobek...

Note: foto dari goggle and screenshot...
Maklum belum sempat mothoin langsung

Minggu, 04 September 2016

kampanye anti rokok dengan video"perburuhan anak pada kehidupan petani tembakau"

Melihat senyum mereka ketelitian nya dan tatapan yang tanpa paksaan memetik daun tembakau di sawah atau yang sedang memilah tembakau di depan rumah. Tanpa ekspresi paksaan mereka melakukan bersama-sama orang tuanya mebantu memilih dan memanen tembakau. Ada yang bercerita tentang tangannya yang menghitam sebabkan karena tembakau. Ada yang bercerita tentang gak suka bau tembakau dan mual, namun tetap membantu orangtuanya. Karena mereka sadar orang tuanya petani tembakau yang pada musim ini lagi panen tembakau. Kalau dari system pertanian Indonesia gak selalu menanam tembakau, apa iya tembakau di tanam di musim hujan bisa-bisa rugi petani.
Membantu orang tua di Indonesia sudah menjadi sebuah norma yaa mungkin di belahan dunia lain yang udah kedua atau kesatu anak-anak membantu orangtua cukup nyapu, nyuci piring(itupun mesin) atau nyuci baju (juga mesin) atau cukup dengan sekolah dan bermain. Sedangkan Indonesia itu termasuk negara ke tiga (gakpapa dapet mendali perunggu), yang relative kehidupan dan system nya belum maju dari segala bidang. Petani pun gak seperti di negara yang  1 atau 2 yang  sudah menggunakan teknologi sebagai alat bantu pertanian.
Menggunakan isu dari buruh anak-anak dengan judul utama tanaman tembakau itu kok sepertinya menjadi senjata.( duh apa gak memalukan). Temen-temen ku dulu anak petani walaupun sekarang udah ada yang menjadi guru, pengusaha dll, tapi dia sedari kecil memang membantu orang tua. Aku juga sedari sd sudah membantu orangtua di bengkel, walapun Cuma bantuin ngambilin kunci yang diperlukan. Membantu keluarga itu tentunya berbeda dengan bekerja di corporate (perusahan) yang tentu saja emak bapaknya beda. Kalau terus disambungin ke masalah tembakaunya kan di beli perusahaan, kalau bapak nya jualnya bukan keperusahaan rokok mau jual kemana tembakaunya ??
Dan pekerja anak-anak model keluarga seperti ini apa ya masuk dalam kelompok seperti perusahaan besar. Padahal mereka juga mencukupi hidup nya dari bertani,bersekolah, makan, dll. Kalau petani Indonesia itu punya mobil, rumah mewah, tv flat screen, dll (kayak lagunya slank) gak papalah anaknya kepengadilan nuntut HAM kebapaknya karena disuruh nyangkul disawah. Bisa juga menuntut ibu nya karena harus memanen cabe, atau disuruh untuk menjemur padi di teras atau jalan rumah.
Bagi anak-anak desa sawah itu juga sebagai tempat bermain mereka yang mungkin terasa mewah untuk orang-orang kota. Yang kalau mau mainan ke sawah harus bayar 5jt / anak, untuk study belajar bersama alam. Yang kesawahnya harus pakai sepatu bot dan sarung tangan kalau mainan tanah, kemewahan anak desa/anak petani itu masak ya harus hilang. Anak petani mencari rumput diladang karena untuk memberi makan kambing atau sapinya, sedang anak sekolah kota tinggal ambil rumput yang udah disediakan kasih deh ke ternaknya tp bayar. Anak desa memang mewah hidupnya bermain mobil-mobilan dari buah dan sandal yg rusak dijadikan ban. Bermain perang-perangan dengan pelepah pisang yang dia buat sendiri, sampai disimpan dan bangga akan buatannya sendiri.
Video ini terkesan bahwa tembakau adalah penyebab perburuhan anak di Indonesia. Dan orang-orang Indonesia yang mungkin benci akan rokok dan tembakau menjadi menyetujuinya. Lah kalau anak-anak yang bekerja membantu orangtuanya di kebun sayur, sawah padi, ladang jagung, mencari rumput, dll. Masuk kategori perburuhan atau enggak ?? sebegitu perang nya terhadap tembakau sampai buat video yang tagline nya kayak gitu…

Dan yang memprihatikan dalam video ini kalau menurutku bukan perburuhan anak, namun tetang dimana para petani tidak mendapatkan pengetahuan yang baik. Pada dasarnya mungkin karena ketidak tahuan mereka atau kurang informasi tetang pestisida. Dimana para penyuluh dan peran para pakar pertanian seharus memberikan transfer ilmu, bahaya pestisida untuk anak-anak. Yang memupuk dan mencampur pupuk seharusnya dilakukan orang dewasa bukan anak-anak. Cap Perburuhan anak yang diberikan kepada petani Indonesia ini yang membuat saya menulis hal ini. Pendidikan para petani Indonesia tentunya tidak semaju dan semengerti para petani di negara maju. Juga para sarjana pertanian mungkin hanya beberapa yang kembali kesawah,ladang,atau kebun, dan membagikan pengetahuannya kepada para petani. 
pestisida (pupuk kimia) tidak hanya di gunakan untuk tanaman tembakau, namun juga padi dan lainnya. Dan pada setiap hal hasil pertanian di negara ini yang melibatkan anak membantu orangtuanya disawah,ladang,kebun dll, yang menikmati hasilnya ikut menikmati hasil dari perburuhan anak.

Sabtu, 27 Agustus 2016

Bandara international baru dan Yogyakarta

Sempat melihat dan share tentang poster untuk menolak pembangunan bandara didaerah yogyakarta. Sebetulnya kebijakan pembangunan itu berorientasi kemana??  Mencoba flash back ke belakang tentang "djogja ora didol" menentang pembangunan hotel dan apartment yg sedang banyak di bangun di jogja. Hal ini membuat saya sabagai anak jogja merasa mahal sekali beli tanah di jogja. Masak yo beli apartment kayak di jakarta, saya isih jawa e yg rumah itu ya lemah (tanah). Ini sih keluhan saya saja atau ya mungkin generasi muda jogja beberapa.

Tapi ketika pertimbangan membangun bandara lalu menghilangkan lahan pertanian dengan dalih membuka lapangan pekerjaan. Menurutku bagaimana nasib mereka yg diambil lapangan pekerjaannya, dan apa mereka dari pertanian lalu bisa nyupir pesawat/atau parkir pesawat?? Mungkin latihannya kayak angon bebek yaa kalau markirin pesawat. Jadi men power nya dah siap untuk dibukakan bandara sekala International.

Mungkin juga ibu-ibu petani juga sudah biasa memetik buah, ani-ani (motong padi) , jadi sudah terlatih untuk menyobek tiket pesawat. Sedang para pemudi-pemudanya yang terbiasa napeni (memilih padi) jadi sudah terlatih untuk ngasih pengarahan sebelum pesawat take off. Perhitungannya sudah sangat tepat dilihat dari men powernya untuk di alih fungsi dari tani ke Industry perhubungan. Karena sudah terbiasa angon (mengembala) jadi mempunyai pengalaman untuk menerima wisatawan baik asing, maupun dalam negeri. Komunikasinya sangat lancar dan membuat para wisatawan sangat bisa nyaman dan teratur.
Untuk yang lebih besar lagi, jogja itu untuk sekarang ini lebih toleran pada intolerance. Membuat masyarakatnya nyaman, melihat orang pakai hot pant, nenteng beer, atau jenis pakaian barat yang sedikit terbuka di bagian kaki. Juga masyarakatnya itu memegang teguh budayanya, saking dipegangnya hingga pembangunan sebegitu besar dan massive nya pemimpin nya gak tahu.

Pertanian itu lahan pekerjaan atau bukan sih??
Jika yogyakarta seperti kota wisata lainnya yg dikenal dunia? Siapa pemilik hotel dan restoran yang ada??  Siapa yang akan memiliki hunian-hunian mewah di tempat wisata?? Jika dipinggir pantainya dibangun hotel berbintang apakah masyarakat localnya masih bisa gelar tikar dan camping disana??  Dan juga ketika sumber daya manusianya belum siap, apa yang akan dilakukan Industry wisata ?? Apakah tenaga kerja terlatih dari luar, sehingga yang tak terlatih terpinggirkan ?? Atau pemerintah akan berdalih kekurangan tenaga kerja terlatih sehingga mengambil dari luar??  Membuka lapangan kerja siapa, dimana, untuk siapa ??  wisatawan ke jogja ingin tahu budaya, alam, keindahan dan keramah-tamahan masyarakatnya. Atau ingin berpesta, hura-hura, merubah budaya, dan menjadikan tempat buang penat sesukanya.

Kita yang menyesuaikan dengan wisatawan atau wisatawan yang mencoba belajar tentang kita (jogja). Aku menulis ini karena, aku sangat masih percaya jogja itu juga istimewa orang-orangnya (masyarakatnya)

Selasa, 23 Agustus 2016

Devide et impera era sosmed dan petarungan presiden yg tak usai (met hari internet)

Devide et impera menurut mbah goggle yang nampilin berbagai tulisan tentang hal ini, politik pecah belah yg di gunakan belanda. Bukan politik perkakas, gelas, piring, mangkok atau barang yg mudah kepecah dan kebelah. Tapi adu domba, duh tapi juga bukan acara adu domba kuat-kuatan tanduk domba juga. Intinya saling dibenturkan sehingga terjadi klompok A dan B yang pada awal nya mereka satu kelompok.
Sebenernya ini bagus lho kalau ahli sejarah bisa memaknai pristiwa yang terjadi saat ini (setelah pemilihan presiden). Dibentuk 2 kubu besar yang kayaknya sampai pemilihan presiden lagi gak bakal usai. Disekala jakarta kita punya ahok yang dibenturkan dengan risma, dan bermunculan dari kelompok yg presidennya gagal. Ada juga doa dari anggota klompok presiden gagal yang diserukan di sidang rakyat.
Dari klompok presiden terpilih membalas dengan berbagai macam hal menggunakan data dan logika. Ada juga media tv antara yg pro dan oposisi tp dah pecah lagi... Malah ada media tv yang lagu mars nya jadi pencuci otak anak-anak sekolah dan ibu-ibu Rt, yakin lebih apalan lagu itu daripada lagu kebangsaan.
Ada juga berita dari berbagai situs-situs memberitakan berita hal yang bombastic, biar membuat panic atau sekedar mendeskriditkan pihak lawan.
Share, comment, like, love, pissed off (marah), dllberibu-ribu dan bahkan saling mencaci dan memaki satu sama lain.
Gak kalah dari sisi agama, agama banyak yang menjadi ustadz tv dadakan, ustadz fb, ustadzblog, ustadz twit, atau ustadz sosmed bukan solmet ya apalagi soul mate. Dik kamu dimana.... Bertahun-tahun kyai, ulama, dll membuat kita damai dan nyaman-nyaman saja. Cuma gara-gara tampilan kearab-araban yang tampilan kedaerahan dianggap tidak berilmu. Trus mau bikin negara apalah itu, dan lebih hormat ama presidennya negara lain. Mesake tenan urip mu....
Negeri agama lah, atau apalah hanya lewat klik dan tulisan sosmed. Duh bangun bro sist, semenjak sd dikasih pelajaran tentang politik belanda berguna juga di gunakan sekarang. Dan merasa yakin kenapa memang Indonesia dulu berhasil di jajah VOC dan belanda, serta jepang. Karena kalau dulu itu kita di jajah pakai kata, jarene, katanya, menurut info, eh gosip-gosipnya.
Dari tahun-ketahun tv kita tak habis-habisnya acara gosip, itu juga gak ditutup ma KPI. Situs-situs banyak bermuculan, juga gak ketangkap ciber crime,sinetron naik haji dari haji tahun lalu ampe sekarang, atau senetron negeri seberang yang sampe seharian di tv dan ada yang episodenya ampe 4th kedepan gak habis, nah ini siapa yang menjejali mata telinga kita,  ??
Era ini adalah bukti nyata sejarah bangsa ini, tentang devide it impera belanda itu nyata mas dan mbak, teteh dan akang, bli dan mbok, uda dan uni, kakaaak..... Ahli sejarah perlu mencatatnya

Senin, 22 Agustus 2016

Perjalanan 4

Perjalanan 4
Kami berjalan pulang menuju sekolah bersama bapak guru yang mengantarkan kami, menikmati senja dipadang savanna. Tapi kami harus bergegas jika tidak nanti akan malam sampai di tengah jalan, takutnya ular berbisa itu memang benar adanya di padang savanna itu. Sesampai di sekolah pak kepala sekolah telah menanti di depan rumah dinasnya. Rumah dinasnya memang berada di sebelah sekolah, tadi tidak begitu memperhatikan ternyata ada ruang yang ternyata rumah dinas. Aroma kopi dan gorengan ketela tercium dari kejauhan perjalanan menikmati senja yang agak tergesa-gesa itu pun cukup membuat perut kami lapar. Kami singgah barang sebatang dua batang rokok sambil ngobrol dengan pak kepala sekolah. Tentang kehidupan disana, sekolah disana yang memang penuh perjuangan pada awalnya, dengan penerangan genset yang didapat dari LSM. Genset itu sendiri hanya digunakan ketika kepala sekolah kedatangan tamu atau lembur mengerjakan laporan untuk di kirim kekecamatan atau kabutapen. Selain itu keluarga menggunakan pelita (lentera dari minyak).
Hari mulai larut malam dan kamipun berpamitan ke pak kepala sekolah, harus segera bergegas pulang. Masih ada waktu satu hari lagi sebenarnya namun beberapa data sudah kami dapatkan, mungkin satu hari itu cukup untuk istirahat sebentar menikmati hari di kecamatan. Dalam perjalanan pulang memang gelap gulita, untung cuaca bersahabat, setidaknya ada cahaya bulan yang sedikit membantu kami selain penerangan dari kendaraan. Melintasi jalan pulang yang sepi sunyi seolah tidak ada kehidupan di tempat itu. Lalu sesampaidi jalan raya yang masih gelap terlihat beberapa obor dan senter penerangan yang jalan perlahan. Terlihat beberapa pemuda menuntun kerbau yang memanggul setidaknya 4 jirigen besar kanan-kiri. Mereka baru saja mengambil air bersih yang ada tak jauh dari kecamatan.
Sesampainya di basecamp kami segera beberes dan melakuan kegiatan seperti biasa, mengecek ulang data dan bersih-bersih bercanda sebentar lalu tidur. Pagi menjelang terdengar sedikit riuh di lapangan sekolah yang hanya beberapa meter dari tempat kami tinggal. Dan ternyata ada pasar dadakan, semacam pasar tiban kalau di jawa. Aktifitas jual beli, hiburan rakyat, dan lain-lain berada disana. Aku duduk didepan sambil menikmati secangkir kopi pagi. Suara taka sing menyapaku agak kejauhan, ternyata bapak kepala desa turun gunung untuk membeli beberapa kebutuhan dan juga menikmati Susana pasar, di kawal dengan beberapa anaknya. Aku memintanya mampir ke basecamp kami, namun dia menolak karena ada urusan yang harus dikerjakan.
Agak sedikit siang taufik salah satu anggota tim menanyakan mau diapakan ayam ini, ya kamu potong saja lah bisa buat makan siang dan malam sekalian. Dia bergegas memanggil para srikandi untuk bersiap mengolah ayam, ada tiga wanita super yang ada di basecamp dengan kemampuannya masing-masing. Akhirnya ayam putih betina besar telah terkapar tak berdaya di tangan taufik, beberkal cutter yang ada. Karena harus tajam biar tidak menyiksa hewan yang kita sembelih, hmm yaa dan berakhir di perut kita kan. Menikmati satu hari itu dengan suguhan ayam yang di olah oleh ke tiga srikandi, kelezatanya mengingatkan kami pada kampung halaman. Bapak gordon, bang jo, dan kak rony juga sangat menikmati masakan itu, walaupun mungkin lidahnya agak berbeda mengenai rasa.
Kami habiskan waktu satu hari untuk mengecek ulang data –data yang sudah ada, sekalian membantu input data. Kopi rokok dan main sepak bola sebentar bersama anak-anak sekitar di depan sekolah cukup membuat kami fresh. Menjelang malam kami beberes untuk melanjutkan perjalanan kami menuju kecamatan berikutnya. Kami menuju kecamatan tempat kecamatan selanjutnya ada di pinggir jalan, katala hamu lingu. Kota kecamatan yang dipinggir jalan dan berdekatan dengan hutan lindung membuat udara cukup lumayan dingin. Tidak seperti di kecamatan sebelumnya, namun mungkin medan yang akan di jajaki lebih menarik dan menantang.
Benar adanya masuk kebeberapa desa disana, melakukan rutinitas seperti biasa mendata penduduk dan kehidupannya. Rata-rata peternak dan petani jagung serta umbi-umbian, penduduk yang sangat ramah dan bersahaja. Kami menginap di belakang puskesmas dan memulai petualangan pada hari kedua, dimana aku harus masuk ke sekitaran hutan lindung karena ada didesa di dalam sana. Hutan aku lewati dengan sepeda motor ku. Masuk melintasi  hutan yang tidak begitu besar pada jalan itu. Lalu masuk kedalam, jalan menukik turun. Padang besar di bawah membuat tertantang berasa sedang reali paris Dakar. Yang lebih mempesona lagi adalah ketika kami Tarik gas kencang diatas kami ada burung elang yang memang dilindungi menukik tajam kedepan sepeda motor. Berjarak sekitar 10 meter didepan kami, seolah memberitahu kami “akulah penguasa disini”. Sayang sekali mahasiswa miskin ini belum berbekal DSLR atau alat rekam visual, kalau iya dah tak jual film nya ke NG atau tv.  Tapi mungkin memang harus dinikmati dengan seperti ini.
Jalannya masih berbatu kapur dan cadas menurun dan menukik, batu-batu besar putih di sepanjang jalan. Apa mungkin ada gunung berapi yang batunya putih ya, ni bebatuan asalnya dari mana pikirku, mencoba mikir hal yang lain.  Pertemuan penduduk seperti biasa mencari data di setiap desa-desa bahkan kecamatan sebelah mungkin dan satu atau dua desanya. Aku kebagian yang desa-desa menjadikan ku lebih kedalam dan berbaur dengan masyarakat, kurang nyaman dengan birokasi yang aneh-aneh. Perjalanan lancer rumah dan suasana tak beda jauh dengan kecamatan sebelumnya. Harusnya ada beberapa kecamatan lagi yang kedalam. Namun menurut tim leader yang lebih mirip cheerleader meminta untuk yang lebih mudah dulu. Setelah 3 hari kami di kecamatan ini. Kami pindah ke kecamatan yang konon katanya lumbung padinya sumba. Kecamatan lewa merupakan penghasil beras terbesar di pulau ini, wah tentu air sangat melimpah disana. Dan sudah mendekati musim hujan dimana sedikit menyeramkan katanya dengan sambaran petirnya.

Kami berpamitan dengan pak camat Kata Hamu Lingu lalu berpamitan pula dengan bu dokter cantic yang ada disana, baru ketemu setelah hari ketiga. Belum sempat mencoba cinlok sudah keburu berangkat ke tujuan berikutnya, disana juga ada pak dokter dari jawa yang baru selesai cuti kerja. Cuti menikah dan kembali mengabdi kemasyarakat di pedalaman pulau sumba. Motornya trial seri terbaru dari salah satu produsen jepan,sembari nongkrong diatasnya dia memberikan salam perpisahan. Kali ini ke lewa dengan angkutan otto namun tidak membawa ternak lagi karena penuh dengan bahan material. Hanya mampu menampung manusia saja, dengan perbekalan bukan bukan pindahan rumah. Begitulah otto (truck) multifungsi yang bisa mengangkut dan mengantar sekaligus, bahkan diatarkan sampai depan tempat tujuan.