Selasa, 25 Oktober 2016

Semoga memang Indonesia sedang “terbentur…terbentur…terbentuk”

Negeri ini memang istimewa sekali masyarakatnya, pemerintahannya juga medianya. Baik media social, televise ataupun cetaknya. Tapi memang sangat terlihat di media social dan televise sih, bagaimana masyarakat ini berfikir dan terbentuk pola pikirnya. Sebenernya aku percaya tentang apa kata pahlawan bangsa ini “terbentur, terbentur, lalu terbentuk” Tan Malaka. Walaupun orang seperti dia belum masuk kedalam seri pahlawan Indonesia setahuku. Atau mungkin sudah yaa… hahaha aku yang gak update. sebenarnya saat ini masih dalam positive think aja sama perkembangan Indonesia.
Kita di benturkan dengan berbagai keadaan yang tejadi di social media ataupun secara rill yang terjadi dilapangan. Pro kontra yang terjadi sangat asik untuk di baca dan dilihat, namun sangat sedih sebenernya kalau dirasakan. Contohnya adalah tentang surat al-maidah ayat 51 yang booming karena di ucapkan oleh seorang ahok dan dipotong videonya oleh orang gak penting, lalu menjadi viral karena potongan video dan kekurangan pemahaman Bahasa yang baik dari berbagai kalangan. Karena penggunaan Bahasa “jangan mau dibohongi  sama orang dengan mengunakan surat al maidah ayat 51” sama “jangan mau di bohongi sama surat al maidah ayat 51” tentu beda kan maknanya ?? kalau yang lulus smp aja pasti tahu masalah ini.
Cuma pastinya ada mungkin yang gak lulus Tk atau SD pun bolos dan gak diterima di smp manapun jadi pemahamnya lain. Bisa juga karena belajar membacanya otodidak, sering dan banyak orang yang seperti ini. Berpendirian apa yang di pahaminya adalah kebenaran mutlak yang harus diperjuangkan karena berasal dari pengalaman dia belajar membaca. Belum juga ketika para orang-orang yang ngaku ustadz atau ulama tertangkap karena berbagai kasus. Maaf karena memang tampilannya seperti ustadz-ustadz dan ulama-ulama yang ada di tv, dimas kanjeng, Aa Gatot, dll. Mereka menggunakan ayat-ayat untuk menipu dan mengelabuhi korban-korbanya. Untuk memenuhi nafsu-nafsu bejat mereka dengan menggunakan untaian ayat-ayat dan suara merdu kalem, kadang marah-marah kalau ada yang gak sepaham. Gak ada yang berteriak jihad ataupun apa, untuk menumpas orang-orang seperti ini, padahal menurut yang saya baca “dajjal muncul dimana yang benar itu di bilang salah, dan yang salah itu kebenaran yang diagungkan”
Atau taktik salah satu televise nasional yang menyiarkan berulang-ulang dan setiap hari lagu mars partainya. Walaupun memang setiap televisie swasta negeri ini penuh dengan kepentingan politik, namun apa perlu mencuci otak bangsa ini dengan lagu itu? Dulu waktu kita kecil akan terngiang lagu garuda Pancasila karena itu akan muncul di televise. Nah apakah kita bisa membandingkan lagu garuda Pancasila itu selevel dengan lagu mars partai tersebut. Serta setiap televise yang penuh dengan kepentingan pemberitaannya, yang harus selaras dengan partai yang punya stasiun tv nya. Apa iya setiap masyarakat harus beli atau langganan tv kabel sehingga bisa menjauhi hal-hal seperti ini. Salah satu pemilik partai ini sadar tentang taktik orde baru, masih ingat garuda Pancasila yang selalu di putar di tv, atau laporan khusus, atau mentri penerangan yang menerangkan harga cabe. Nah anak yang lahiran tahun 2000 an ini akan mengingat lagu itu ketika mereka dewasa nanti.
Pemberitaan media online yang begitu dituntut kecepatan tinggi dan selalu update memberitakan hal yang baru. Mungkin juga mempengaruhi isi berita yang disajikanya, misal berita tentang presiden bawa payung aja ada beberapa versi pemberitaan, tetang presiden yang mandiri, presiden memayungi gubernur papua, presiden yang tak mau dilayani ajudan, presiden pencitraan dll. Cuma membahas tentang presiden membawa payung. Bukan tentang pembangkit listrik yang sudah terbangun dan memulai pembangunan tahap berikutnya, ada sih Cuma beberapa saja. Gak seheboh berita anggota dewan yang memandang tentang pencitraan ampe bikin sajak segala. Sebenernya itu benturan juga kalau kita lihat secara waras dan tidak berbau sentiment atau emosional.
Presiden yang sedang meresmikan juga bekerja mengecek semua hal yang sudah terbangun serta mengecek pembangunan selanjutnya, dipadupadankan dengan salah satu wakil rakyat yang berhasil membuat sajak untuk sang presiden. Jika dilihat nya seperti halnya 10 th dan berhasil membuat banyak album, dan 2 tahun berhasil bikin bbm 1 harga seluruh Indonesia. Disisi ini saya yakin Tuhan ada dan masih sayang dengan negeri ini dengan menunjukan kejadian ini, tinggal manusianya yang ada di negeri ini mau gak melihat dan memahami secara waras saja.
Seperti hal nya Tuhan menunjukan kepada manusia di negeri ini tetang adanya manusia-manusia yang berkedok agama untuk mengeruk keuntungan seperti yang saya sebut diatas. Berbenturan dengan para pemuka agama yang benar-benar belajar agama dan menyampaikan kebeneran agama. Juga Tuhan menunjukan bagaimana orang yang terkenal karena televise dan media serta baru kemarin belajar agama lebih dipercaya ketimbang orang-orang yang belajar agama bertahun-tahun bahkan begelar Profesor di bidang agama.
Juga Tuhan sayang bangsa ini, dimana seorang anggota lembaga majelis agama di negeri ini begitu membela seseorang yang menggunakan agama demi keuntungan pribadi semata. Juga bagaimana menolak kerasnya lembaga ini untuk di periksa dan di audit aliran dana. Sebenernya kalau jadi umat yang baik harus mendukung lembaga yang bersih, dan mendukung untuk mengaudit lembaga agama ini. Karena uang atau apapun itu untuk kepentingan umat dan mensejahterakan umat, tagline nya biasanya gitu kalau meminta sumbangan atau ngumpulin dana.
Yaa sudahlah semoga apa yang di katakana oleh Tan Malaka benar adanya, karena negeri ini lama sekali enggak terbentur. Dan semoga memang “terbentur…terbentur… terbentuk”
Dan saatnya membenturkan bubuk kopi dan air panas, serta selinting tembakau untuk dibenturkan dengan api….

Nikmat mana yang kau dustakan…..

Jumat, 21 Oktober 2016

Pelajaran Agama

Pelajaran Agama
Ada sebuah keluarga hidup disebuah kampung kecil di pinggiran kota, pinggir kota yang tak terlalu ramai. Di karuniai seorang buah hati laki-laki yang aktif sekali, bocah ini adalah bocah yang mungkin paling cerewet diantara bocah laki-laki lainnya. Tiada henti bertanya akan apapun yang membuatnya bingung, atau yang dia ingin ketahui. Suatu hari dia melihat ayah dan ibu nya beribadah, lalu iya bertanya apa yang ayah dan ibunya lakukan. Orangtuanya menjawab beribadah menyembah kepada Tuhan nak, karena Tuhan yang menciptakan dunia dan seisinya termasuk kamu dan kami. Lalu iya pun bertanya kembali, haruskah melakukannya serta dimana Tuhan. Tuhan ada disana dan dihati kita nak, ini kewajiban manusia sebagai mahluk ciptaan nya yang harus menyembahNya.  Anak kecil itu bertanya lagi, adek berarti juga harus melakukan nya nanti kalau tidak Tuhan marah ya bunda. Iya nanti ikut sembahyang bersama ayah dan bunda yaa.
Selang beberapa tahun anak kecil ini masuk pada sebuah sekolah religi untuk anak-anak tk. Tiap hari diajarkan membaca kitab suci dan bernyanyi lagu-lagu religi. Pada suatu hari sang anak bertanya pada sang guru, apa itu surga dan neraka serta kenapa harus ada. Guru pun menjawab kalau surga itu untuk orang-orang yang baik, sedang neraka itu untuk orang-orang yang jahat dan berdosa. Lalu sang anak bertanya lagi apa itu dosa. Dosa itu perbuataan yang tidak disukai oleh tuhan dan dilarang Tuhan, maka Tuhan akan menghukumnya di neraka. Maka kamu harus menjalankan apa yang diminta Tuhan dan jangan melakukan apa yg dilarang Tuhan.
Waktu berganti saat nya si bocah kecil ini menginjakan kaki di bangku sekolah dasar, sekolah dimana bukan lagi sekolah religi. Sekolah negeri yang tak jauh dari tempat tinggalnya, pada saat memasuki kelas 5 dia mencoba bertanya kembali ke guru agamanya. Ia bertanya kenapa ada beberapa teman sekelasnya kenapa gak ikut pelajarannya. Pak guru menjawab karena lain agamanya, maka dia ikut pelajaran agama di lain kelas. Bocah itu bertanya lagi, kalau agamanya lain apa Tuhannya lain. Kepercayaan kepada Tuhannya lain, mereka menyembah dengan cara yang lain juga. Bocah itu pun belum puas dengan jawaban dari sang guru, lalu Tuhannya gimana pak, apakah lain juga atau sama. guru menjawab kamu belajar dulu dan ikuti pelajaran bapak, nanti kamu akan paham. Dia pun mengangguk dan terdiam memperhatikan pelajaran dari si guru agama.
Selang beberapa tahun masuk lah si bocah ini menginjak remaja, di masa-masa yang sangat pengen tahu dan merasa tahu. Pada waktu pelajaran agama di kelasnya ia mulai bertanya kembali pada guru smp nya. Karena dia merasa tidak mendapatkan jawaban pada masa sd nya, ia bertanya tentang nasib teman nya yang berbeda agama. Si guru menjawab ya mereka gak percaya pada agama ini, maka mereka kita sebut kafir. Wah berarti masuk neraka dong pak, dan juga gak bakal dapat surga kalau begitu. Iya mungkin, kalau mereka tercerahkan pasti akan masuk surge. Si bocah menjawab, tapi mereka kan baik-baik semua bahkan sangat baik rajin menolong juga gak nakal. Guru mulai menjawab dengan nada tegas, karena itu sudah ada dalam ketentuan agama. Agama yang gak adil atau Tuhan yang gak adil pak guru,tanya si bocah. Guru pun nyeletuk  dengan kata-kata yang membikin si anak diam, “wah anak komunis ini” dilanjut dengan menjawab itu terserah Tuhan. Kamu kalau tidak suka pelajaran bapak bisa keluar dari kelas saja, gak mungkin bapak Cuma jawab pertanyaan mu saja.
Dia terdiam lalu mengikuti pelajaran tanpa banyak bertanya lagi, sekalipun di lain hari guru memberikan waktu untuk bertanya ia enggan untuk mengangkat tangan dan bertanya.
Dan tiba saat dia di masa-masa remaja beranjak dewasa, masa-masa SMA. Dia sudah melupakan dan tidak lagi memikirkan hal-hal yang berbau agama. Namun ketika beranjak di kelas 3 SMA di beranikan diri untuk bertanya pada sang guru. Karena guru sedang menerang kan tentang surga dan neraka, pak bagaimana nasib orang-orang yang diluar agama ini. Guru menjawab neraka karena mereka termasuk kafir. Walapun mereka baik dan berbuat baik pak, saut sang murid. Guru pun menjawab iya, karena mereka telah tahu ada agama ini yang menyampaikan kebenaran tetapi mereka tetap percaya pada yang selain Tuhan dalam agama ini. Wah terus kalau orang-orang yang sebelum agama ini ada gimana pak? Atau orang-orang dipedalaman yang jauh dari akses informasi saut sang bocah. Guru menjawab dengan nada yang sedikit keras, kalau orang sebelum agama ini ada itu hak Tuhan, kalau yang sesudah ya tetap kafir namanya. Si bocah pun merasa aneh mendengar jawab sang guru lalu dia mengagetkan seisi kelas , bapak ini kok kayak Tuhan menentukan yang mana masuk surge, mana masuk neraka, kan kasihan kalau masuk neraka, salah mereka apa ? agama saya ini juga Cuma agama keturunan yang di tularkan sama orang tua saya. Mereka juga senasib seperti halnya saya, mungkin bapak kalau lahir di agama yang lain pasti menganut agama itu juga.
Kamu lancang dan keluar dari kelas saya, jawab sang guru dengan membentak sang anak. Saya pastikan nilai mu tidak lebih dari 5 atau mungkin kurang. Kamu sok tahu dan mencoba menganggu pelajaran agama ini, pertanyaan mu gak ada ujungnya. Mau jadi komunis kamu hah, sana keluar untuk kamu bisa ikut lagi pelajaran agama ini, harus membuat surat pernyataan yang di tandatangan orang tua mu dan kepala sekolah. Si bocah pun keluar sambil bingung apa hubungan komunis dengan agama yaa ??
Di hari selanjutnya orangtuanya pun datang ke sekolah, bersama si bocah menghadap ke kepala sekolah. Didalam ruangan kepala sekolah memberikan wejangan kepada murid dan orantua, bahwa harus menghormati seorang guru. Bertanya itu boleh dan bagus namun jangan menanyakan hal-hal yang mendasar yang tidak jelas ujung nya. Begitu kata kepala sekolah, banyak murid dan guru yang prihatin dengan sikap anak bapak. Mungkin perlu didik agama secara lebih mendalam lagi, pelajaran agama kan sudah ada panduan nya jadi ikutilah panduan itu karena itu jalan kebenaran.
Si bocah pun tertunduk karena sedih hal seperti ini harus melibatkan orang tuanya, dan cap tudingan dari para guru yang jatuh ke orang tuanya serta ke dirinya. Mungkin jika hanya dirinya ia gak akan merasa sedih, karena mnyangkut keluarga membuatnya menjadi sedih. Hukuman masyarakat yang menuding dengan keras dan tatapan tajam seolah keluarga tak beragama dan tidak bermoral.
Lalu orang tua menandatangani surat peryataan bahwa si anak tidak akan mengulangi hal itu kembali. Guru agama pun tersenyum lebar dan merasa kemenangan akan hal yang membuatnya malu di muka murid-muridnya. Tatapan yang seolah mengatakan akulah sumber kebenaran dan juga mengatakan udah lah jangan sok pintar kamu. Menatap mata muridnya yang tertunduk dan seolah memberikan motivasi, sembari berkata udah bapak maafkan kok. Tuhan aja maha pemaaf, bapak ini hanya lah ciptaannya jadi buat apa bapak marah dan tidak memaafkan mu.
Dalam hati si bocah “aku salah apa hingga aku kamu maafkan, bukankah tugas mu memberi pencerahan kepada ku tentang hal yang aku ingin tahu”, sembari mengangguk dan menatap balik tatapan gurunya. Dan akhirnya berempat keluar dari ruang guru, orang tua berterimakasih atas kebaikan hati dan kebijakan dari kepala sekolah dan guru. Sambil tersenyum terlihat oleh seluruh guru yang memang kantornya berada di depan kantor kepala sekolah. Seolah hal yang memalukan ini telah selesai dan tidak menyebar menjadi virus bagi yang lain, atau tidak sampai keluar dari sekolah hal yang seperti ini.
SMU pun terlewati dengan baik oleh si bocah, beranjak menuju tempat kuliah dia bingung dengan pilihannya apa yang sebaiknya dia pilih untuk melanjutkan study nya. Tak sengaja dia membaca buku dari seorang pengarang terkenal, imam al gozali yang berkata mengharamkan filsafat. Anak ini lalu tertarik untuk mengambil kuliah pada focus study ini, ya philosopy atau filsafat. Tp kampus ini hanya ada di salah satu perguruan tinggi ternama di kota itu, yang mungkin tidak pernah terbayangkan untuk bisa masuk kesana. Namun akhirnya dia masuk juga ke kampus yang ia idam-idamkan, bayangan ketika dia ada disana adalah orang-orang yang berpandangan terbuka atau open mind. Masuk lah ia pada tahun pertama kuliah, pada kuliah agama yang dia jalani, ia pun sempatkan bertanya kepada sang dosen. Tentang pertanyaan yang sama sewaktu dia masih sd-smp-smu, dan di jawab dengan sangat diplomatis standart kuliahan. Bawasan nya adalah hak Tuhan menentukan siapa saja yang masuk ke surga ataupun ke neraka.
Dia pun kembali bertanya, jika semacam itu berarti apapun agamanya itu agama Tuhan. Karena hak Nya lah yang menentukan siapa aja yang bakal masuk kedalamnya, apapun agamanya. Mungkin akan di bedakan dari tingkat kelakuan semasa mereka hidup. Jadi gak ada kaum kafir ataupun kaum murtad dalam agama apapun, pencerahan Tuhan bisa lewat agama apapun. Sang dosen menjawab ya tidak seperti itu, karena agama ini adalah agama yang paling benar dan yang lain berarti tidak menyakini Tuhan yang sebenarnya. Lalu si bocah menjawab lagi, bagaimana bisa dan mungkinkah jika orang-orang diluar sana itu belum mengenal, mengetahui ataupun sudah memeluk agama sedari lahir. Seperti halnya kita yang memeluk agama ini sedari kecil, dipaksa untuk memeluknya. Bahkan dipaksa untuk menjalankan ritualnya sehari-hari dengan ketakutan akan neraka dan mimpi tentang surge. Apakah bapak pernah berfikir jikalau agama ini salah berapa orang yang bapak ajak ke neraka.
Kamu anak semester awal sudah menanyakan hal yang aneh, ya inilah mahasiswa filsafat yang keblinger mendewakan logika. Padahal segala ilmu itu bersumber dari Tuhan dzat yang Maha, jadi jika kamu mencari hal-hal yang sekiranya meragukan mu maka kamu berada di tengah kegelapan. Hingga di berikan pencerahan tidak mau menerima dan selalu mempertanyakan.
Pupus lah harapan dan mimpinya di semester pertama dikampus itu, mimpinya tentang menemukan jawaban dari berbagai hal yang berkecamuk di kepalanya hanya di jawab dengan diplomatis dan juga tidak memuaskan. Cap sebagai mahasiswa filsafat yang tergelapkan dan tidak mendapat pencerahan pun terusung di pundaknya.
Kerena menanyakan sesuatu yang tidak lazim dan cendrung membingungkan itu adalah tabu dinegeri ini, agamanya adalah yang paling benar menurut masing-masing agama. Tentang hal-hal yang mencoba menelisik lebih jauh pun hanya akan mendapatkan cap dan sentiment negative dari yang mendengarkan. Atheis, komunis, adalah cap yang akan disandang oleh orang-orang yang mencoba menanyakan dan mencari tahu. Padahal komunis apakah ada hubungannya dengan agama dan tuhan, banyak negara komunis juga beragama dan bertuhan. Kalau atheis masih wajar lah disandang oleh orang yang mempertanyakan hal ini.
Mungkin memang doktrin selama 32th membuat orang-orang enggan bertanya dan menanyakan. Mimpi-mimpi indah surga dan ketakutan yang di ciptakan oleh neraka membuatnya terhenti untuk bertanya bahkan mencoba mencari tahu kebenaran yang hakiki. Ketakutan dan keindahan mimpi akan surga menumpulkan nalar, tentang kebenaran tetaplah kebenaran, dan kejahatan tetaplah kejahatan.
Pernah si bocah ini juga bertanya kepada seorang guru agamanya, kenapa orang-orang meminta doa kepada para pemuka agama. Apakah mereka tidak yakin akan doanya sendiri tidak akan di terima oleh Tuhan. Guru agamanya menjawab dengan hal yang janggal, bahwa pemuka agama mungkin lebih dekat dengan Tuhan sehingga jika ia mendoakan maka akan cepat terwujud. Padahal pada setiap kitab di jelaskan tentang Tuhan akan mendengarkan setiap doa hambanya. Hak tuhan lah kapan hal itu akan terkabul kan dan terwujud.
Ada juga pemuka agama yang sesumbar mau menuntut Tuhan atau menggugatNya jika keinginannya gak terpenuhi. Adalagi yang menyatakan jika hal yang salah dan merugikan orang banyak akan baik jadinya jika keuntungan itu di pakai untuk membangun rumah Tuhan. Apakah orang-orang seperti ini layak menyandang gelar pemuka agama ?? apakah Tuhan itu sekerdil itu sehingga mampu di gugat oleh manusia ?? apakah tuhan serendah itu sehingga Dia mau masuk ke rumah Nya yang didirikan dari hal yang merugikan orang banyak, menyiksa orang banyak, serta membodohi orang banyak ? apakah Tuhan ayat Tuhan sehina itu, hanya untuk memenuhi nafsu bejat birahi selangkangan juga haus harta kekayaan, sehingga orang-orang yang mengaku pemuka agama ini dengan bebasnya mengumbar ayat tuhan untuk melakukan hal-hal memuaskan nafsu mereka ?? apakah orang-orang seperti ini bukan termasuk penghina ayat-ayat Tuhan, hanya karena mereka seagama ??
Dan ketika agama dijadikan tameng untuk membebaskan orang berbuat kekerasan, berbuat keonaran, berbuat semaunya mereka, atas nama agama, apakah agama ini sehina itu ?? apakah hanya karena miskin dia tidak berhak untuk datang kerumah Tuhan ?? apakah karena miskin maka pemuka agama selalu menjual surge dan menakuti dengan neraka ?? karena 32 th di manjakan, sehingga ingin ke surga dengan cara yang singkat, walapun miskin maka berjuang dng maju paling depan membela pemuka agama yang dia sendiri mungkin tak bisa menolong dirinya sendiri di hadapan Tuhan.
Karena si miskin berkhayal jika suatu saat pemuka agama ini lah yang akan menolongnya menuju surga, padahal dalam agama sudah di beri tahu bahwa tidak aka nada yang bisa menolong siapapun di hadapan Tuhan kecuali si pembawa pesan dan kesayangan tuhan. Dan itu pun Cuma dia seorang saja, bukan para pemuka agama yang mereka bela mati-matian atas apa yang di ucapkan, demi kepentingannya.
Semoga suatu saat nanti sekolah menjadi tempat bertanya, menjadi tempat yang benar-benar menggali ilmu. Bukan hanya menuruti apa yang sudah ditulis dan disepakati secara kelompok agama atau dilihat dari sisi untung rugi saja, serta kepentingan penguasa
Si bocah tadi pun menjadi agnostic , yang mungkin di bilang trend anak muda sekarang. Tapi sebenernya berawal dari kekecewaan yang dia alami, lihat, dan rasakan.

Kamis, 20 Oktober 2016

SIRAMAN ROHANI

Suatu sore disebuah kampung, para pemuda bergotongroyong dengan penuh semangat membangun tenda dan panggung. Akan ada seorang pemuka agama yang datang memberikan siraman rohani atau bisa dibilang pencerahan untuk warga. Panggung telah rampung di garap, tenda telah berdiri, kursi-kursi sudah tertata rapi tinggal menunggu persiapan dari soundsytem yang sedang diselesaikan. Soundsytem terbaik yang ada di sekitar daerahnya yang sering menjadi tempat untuk menyewa acara-acara besar. Lampu penerangan seadanya karena bukan konser music, lebih kesebuah pencerahan rohani untuk warga.
Sore telah menjelang persiapan pun rampung dikerjakan, pemuda- pemudi dan warga desa pun telah dandan rapi berbusana religis, wangi dan bersih. Karena pemuka agama ini sangatlah terkenal sering muncul di media baik elektronik ataupun cetak, apalagi social media. Ada seorang datang dia mengaku sebagai wakil dari pemuka agama yang terkenal itu. Dia memberitahukan ke pimpinan warga tetang apa saja yang harus di persiapkan untuk menyambut kedatangan beliau. Setiap harus warga berjejer rapi biar tidak seperti orang yang berebut salaman. Bapak minta agar di jemput dengan mobil yang sudah di minta ke panitia, mobil keluaran terbaru dan cukup mewah. Bapak juga gak bisa makan makanan yang biasa dan bersama-sama warga, nanti tolong sediakan tempat untuk beliau dan tamu undangan. Serta jangan lupa nominal yang sudah di sebutkan untuk beliau disiapkan. Amplopnya nanti tolong diserahkan ke saya sebelum bapak mulai memberikan siraman rohani.
Lalu warga menyiapkan segala keperluan pemuka agama itu, mobil yang sudah disewa diminta segera menjemput. Uang sumbangan warga yang terkumpul pun segera untuk dimasukan kedalam amplop yang uangnya sempat di tukarkan ke bank agar tidak berupa recehan. Sumbangan warga kampung yang menarik iuran seikhlasnya minimal Rp 20.000, yang sudah terkumpul bersama dana rumah ibadah. Tekumpul sekitar Rp 20 jt, terdiri dari sumbangan warga, kas rumah ibadah, dan juga kas pemuda yang aktif di kegiatan ibadah. Sedang untuk keperluan lain-lainya sudah disponsori oleh salah satu produk pembuat baju-baju bernuansa religi. Yang bintang iklan nya adalah bapak pemuka agama itu juga, dan sebagian warga menyempatkan untuk membeli baju itu agar terlihat bagus di mata pak pemuka agama.
Tak berselang lama iring-iringan kendaraan datang membawa rombongan pemuka agama tersebut. Mobil mewah berada di tengah diapit oleh mobil yang lain yang di pakai oleh para murid-murid setianya dan ajudan yang tadi sempat datang lebih dahulu, disusul oleh para pejabat – pejabat daerah dan instansi. Bapak pemuka agama enggan turun sebelum warga berjejer rapi dan para pejabat sudah terlebih dahulu turun dari kendarannya. Setelah semua warga berbaris rapi dan para pejabat berdiri didepan seolah menyambut kedatangan dari bapak pemuka agama ini. Beliau keluar dari mobil mewahnya dengan tersenyum lebar berbusana sangat religis seperti gambaran orang-orang tempat dimana agama itu berasal. Memberikan salam kepada para pejabat daerah, lalu melambaikan tangan kepada seluruh warga yang telah berbaris rapi menyambutnya.
Para pejabat dan bapak pemuka agama bersama berjalan menuju ke kursi VVIP yang sudah disiapkan oleh warga. Banyak warga mengambil foto seraya meminta foto bersama namun tak di hiraukan olehnya. Dia hanya tersenyum ramah ke warga desa yang mempersiapkan perhelatan ini dan menunggu siraman rohani yang menyejukan dari nya. Asisten pribadinya pun menuju ke ketua panitia untuk mengambil amplop yang sudah dipersiapkan, dan berisi seperti yang sudah disepakati 20 jt untuk 1 jam siraman rohani.
Lalu acara pun di mulai, pertama-tama sambutan dari pejabat daerah yang memberikan salam selamat datang bagi pak pemuka agama. Dengan rasa senang dan bangga pak pemuka agama mau berkunjung memberikan siraman rohani ke warga desa. setelah selesai pidato dari pejabat daerah lalu dilanjutkan dengan hiburan bernuansa religi yang sudah di siapkan oleh warga. Ditempat duduk VVIP pejabat daerah sedikit berbincang dan menanyakan ke pemuka agama. Apa gerangan isi dari siraman rohani yang akan disampaikan, sang pemuka agama pun menjawabnya dengan tersenyum. Hal-hal kehidupan biasa yang sering terjadi di masyarakat serta beberapa pesan yang diminta oleh sponsor. Pak pejabat pun mengangguk sembari menanyakan kesediaan pemuka agamanya untuk membawa pesan-pesan politik sehingga warga tidak salah mengambil jalan politik. Itu bisa diatur, jawab pak pemuka agama sambil tertawa. Karena agama adalah kekuatan politik saya tidak ingin umat menjadi salah mengambil atau memilih nya. Tentunya saya berharap warga bisa mengambil jalan politik seperti yang saya dan bapak inginkan bukan.
Acara pun tiba saatnya pada si pemuka agama untuk tampil diatas panggung, dengan kursi yang disiapkan di tengah-tengah panggung dan mic. Dia berjalan keatas panggung dengan bangga dan tersenyum kepada setiap warga yang melihatnya. Kursi pun dia duduki dan mulai membuka pencerahan rohani, dimulai dengan doa-doa yang dia sudah hafalkan. Dan dia pakai selalu dimanapun dia memberikan pencerahan rohani. Pencerahan diawali dengan kehidupan social yang ada di masyarakat, tentang agama mengajarkan kita untuk saling bantu-membantu terhadap sesama manusia. Dia mengingatkan untuk tidak hidup bermewah-mewahan, kepada warga yang hadir. Apalagi sombong akan kemewahan dunia, pelit akan ilmu, atau tak mau membantu menolong. Dan tak lupa dia memberikan pencerahan tentang kesabaran, kesabaran adalah kunci ketaatan kepada Tuhan. Menjalan kan perintah Tuhan yang begitu banyak itu membutuhkan kesabaran dan keteguhan hati. Lalu dilanjutkan dengan bagaimana manusia harus bisa melihat sekelilingnya, mencari rejeki yang baik agar yang tumbuh didalam tubuh juga baik. Mengingatkan tentang jangan mudah berburuk sangka akan segala hal yang terjadi, mungkin itu terjadi karena kehendak Tuhan. Mengingatkan pada setiap warga tentang ciri orang munafik, yang dia jadikan contoh adalah pemimpin yang mengumbar janji-janji namun tak menepati.
Seketika itu waktu pencerahan rohani sedang berlangsung khitmat, tiba-tiba terjadi mic nya trouble dan mati. Dia bingung dan merasa malu, dia berteriak kepada soundman untuk segera memperbaikinya. Seorang soundman lalu berlari membawa batrai dan mic wairless sebagai ganti diatas panggung, seketika itu juga si pemuka agama membentak-bentak dan mau memukul si sound man. Atas dasar kepentingan umat yang haus akan pencerahan rohani bisa-bisa nya kamu anggap ini hal sepele. Mereka ini warga yang udah bayar kamu untuk berikan kualitas sound yang bagus dan itu untuk Tuhan dan umat, kamu kerja gak bener” umpat sang pemuka. Untung saja ada beberapa pejabat dan petugas keamanan yang langsung melerai diantara keduanya.
“maaf warga sekalian, saya marah karena tidak tanggung jawabnya si soundman yang membuat pencerahan rohani ini menjadi terhenti dan tersendat” begitu kata pemuka agama saat memulai kembali siraman rohaninya. Warga pun terkejut dengan sikap nya, dan mulai melihat si soundman ini adalah sumber masalah. Dia gak memperhitungkan bahwa yang diundang adalah pemuka agama yang terkenal, dan semuanya harus serba sempurna. Ya setiap alat elektronik itu tidak bisa di prediksi rusak atau tidaknya namun mestinya harus baguslah untuk acara inti. Begitu gumam salah seorang warga yang hadir disana. Melihat hal itu sang pemuka agama lalu membicarakan tentang tanggung jawab, mencotohkan sound man yang tidak bertanggung jawab terhadap kepercayaan yang di berikan warga untuk mendapat kualitas sound yang bagus.
Dengan muka yang sedikit kesal dia mengambarkan dan melukiskan orang yang tidak bertanggung jawab terhadap kepercayaan yang di berikan. Lalu dia memulai berdoa dan mengajak warga semua ikut berdoa, sambil menangis-nangis doa ia panjatkan kepada Tuhan. Berdoa sepertihalnya biasa yang dia sudah hafalkan,dan dia keluarkan disetiap saat dia mengisi pencerahan atau siraman rohani. Warga yang mendengarkan nya pun ikut menangis dan sedih mendengar kata-kata yang bergetar dan tangis dari sipemuka agama. Lalu pemuka agamanya pun menutup acara itu, panita sedikit bingung kenapa tidak tepat 1 jam. Panitia sepakat dengan si pemuka agama untuk memberikan siraman rohani selama 1 jam, ini hanya 40 menit diatas panggung. Seorang pemuda setempat mencoba menanyakan kepada asistennya (murid pemuka agama) kenapa beliau hanya 40 menit diatas panggung. Asistennya pun menjawab bahwa bapak kecewa dengan sound sytem nya jadi beliau memutuskan untuk menyudahinya. Si pemuda itu pun mengangguk, dengan perasaan yang bingung juga kesal dengan si soundmannya. Membuat pencerahan rohani tidak berlangsung selama yang direncanakan, karena ulah dan kesalahan sound mannya. Padahal si pemuda ini juga ikut memastikan bahwa sound sytem sudah sangat bagus dan sudah sesuai, lancer tidak mengalami gangguan saat di coba sebelum acara mulai.
Setelah pemuka agama turun dari panggungnya panitia pun menutup rangkaian acaranya, lalu si pemuka agama di persilahkan untuk menuju ruang makan bersama para pejabat. Warga diberikan bingkisan nasi dus yang sudah dipersiapkan oleh panitia, boleh dimakan disana ataupun di bawa pulang. Pemuka agama masuk ke ruang makan bersama pejabat – pejabat, dengan senda gurau dan bercanda terdengar tawa hingga diluar ruangan. Asisten nya menghampiri panitia untuk mempersiapkan mobil untuk yang tadi di pakai oleh pemuka agama tersebut.
Setelah selesai makan dan berbincang-bincang dengan para pejabat, pemuka agama pun bergegas keluar ruangan. Dengan tersenyum dia memandang beberapa warga yang menikmati nasi dus, serta melambaikan tangan tanda dia mau segera pulang. Dia masuk ke mobil yang telah dipersiapkan, sambil bersalaman dengan pejabat – pejabat setempat, beberapa warga yang ingin bersalaman pun tidak bisa karena terhalang oleh petugas keamanan. Lalu mluncurlah pulang rombongan pemuka agama menuju hotel tempat menginap.
Dan wargapun kembali bergotong royong untuk membereskan segala sesuatu termasuk membersihkan tempat perhelatan acara. Ketua panitia memotong 10% biaya soundsytem karena tidak sesuai saat persiapan, persiapannya bagus kenapa waktu acara bisa mati mic nya ditengah2 acara. Sehingga sipemuka agama hanya mau memberikan pencerahan dan siraman selama 40 menit. Soundman pun menerima hal itu, melihat emosi warga akan kejadian tersebut. Mungkin saja jika dia tidak terima akan hal itu akan mendapat amuk warga.

Selesai

nb :cerita ini hanya karanganan belaka, jika terjadi kesamaan cerita dan alur cerita mungkin penulis berada pada tempat acara yang sedang dilaksanakan,  terimakasih.
juga tidak menyangkut pada salah satu,dua,tiga, atau lima sekaligus..... :D:D:D