Seorang anak kecil berlarian di lapangan pinggir senayan memandang sebuah stadion megah. Ia berlari seolah dia akan menaklukan dunia dengan kakinya. Disamping jalan ada si penjual teh botol seusia bocah yg berlari tadi, menjajakan botol minuman kepada yang haus. Didepan berdiri megah gedung menara setasiun tv nasional, yang seolah mencakar langit tanpa kuku. Hilir mudik lalu lalang kendaraan yang ramai, terdengar sirine patwal mengawal rombongan mobil mewah hingga tiada yg menghalang. Takut jika ada yg menghalang maka rombongan terhenti sehingga mesin mobil mewah itu akan terbakar.
Ada juga vorider sepeda motor diikuti rombongan genk anak motor yang penumpangnya bukan anak-anak lagi. Mereka tidak bisa pelan jika pun pelan tak kuasa menahan berat motor. Bukan karena usia motor yang tua, kaki tua pengendara yang tak kuasa menahan beban. Faktor usia menyebabkan genk anak motor satu ini butuh pengawalan extra.
Ada juga yang sedang ngopi diwarung sebelah kedai bakso mahal samping hotel mewah, belakang gedung para wakil.
Khusuk membicarakan siapa pembunuh yang sebenarnya, dan bagaimana sianida itu masuk kedalamnya. Sruput kopi dan kepulan asap rokok menambah khusyuk perbincangan mereka tentang bagaimana nasib persidangan itu. Padahal mereka pun punya nasib bagaimana hari ini?? Seruputan kopi dan kepulan asap melupakan didepannya juga sebuah gedung sidang yang ramai, ramai membahas nasib mereka yang mewakili bukan tentang nasib yang diwakili. Tak kalah seru obrolan depan pangkalan ojek, yang membahas nasib kota ini. Satu logat sunda dan satu logat jawa dengan bahasa kota. Pernah tak mangkal hanya ingin memperpanjang ktp dikampung. Ya ini tentang nasib mereka berada dikota itu, apakah akan mendapatkan fasilitas yang sama seperti orang-orang yang lain.
Menikmati suasana pasar menuju halte busway, bersama seorang bapak-bapak yg sangat religis penampilannya. Duduk menunggu bis datang bersama teman nya, ia tiada henti menghujat dan mengkritik pemimpin kotanya. Mungkin hanya karena beda keyakinannya, hingga berbuih ia mengucapkan dalil-dalil. Hingga bus itu datang, bus buatan eropa dan terbaru dengan ukuran yang lebih lega serta nyaman dng ac didalamnya. Lalu bapak religis dan temannya masuk duduk dan meneruskan obrolan tentang hujatan.
Pada sebuah minggu...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar