Sabtu, 21 Januari 2017

Selamat Donald Trump

Pagi yang sedikit dingin, dan kopi yg sudah mulai dingin. Sehabis menonton film disebuah stasiun televisi swasta tentang gedung putih yg jatuh. Gedung putih kantor resmi presiden amerika, dilanjutkan nonton pelantikan presiden yang bukan film. Lalu iseng sambil melihat isi timeline yang bersliweran, ternyata memang kegaduhan dunia maya negeri ini bisa lewat mana saja. Banyak yang pastinya tidak suka akan terpilihnya Trump sebagai presiden.
Namun yang perlu dan harusnya menjadi sikap dari masyarakat indonesia adalah memulai mempersiapkan diri. Kalau hanya menghujat dan mencela presiden adikuasa yg oleh rakyatnya juga dicela, kita bisa apa. Dengan mosi tidak percaya dari jagat maya saja belum tentu bisa merubah keputusan apapun. Yang paling penting untuk kita persiapkan itu apa untuk menghadapi presiden negara adikuasa seperti itu.
Ayolah masak kita ikut-ikutan menghujat, menghina, ataupun menghakimi presiden yang baru saja naik. Ngantor aja belum, apalagi first lady nya belum photo selfie di white house (posenya gimana yaa...). Pola pikir kita masih berfikir tanpa amerika kita bisa apa,atau mungkin kalau amerika chaos gimana??  Nah kalau kita dah punya pemikiran gitu kenapa kita gak mulai berfikir. Bahwa economy Indonesia itu yang menentukan yaa rakyat Indonesia, bukan belahan negara lain. Atau sistem keamanan kita mau pilih blok atau tetap di grey area.
Slogan nya "i will make amarica great again" itu sebuah ucapan yang cinta tanah air. Apa ya ada yang salah dari itu, sehingga kita ikut marah. Semisal ketika dia memimpin serta america menjadi great lagi apakah kita juga akan terciprati dengan keberhasilannya.
Dan sebenarnya kita harus mendukung presiden kita sendiri, yang berupaya dan bekerja keras untuk mencegah hal itu terjadi. Sekarang tinggal disisi masyarakatnya, mau bekerja keras untuk negaranya atau tidak. Membeli dan meningkatkan daya beli akan produk local itu sebuah pertahanan yang bagus. Mengurangi ketergantungan terhadap barang import.
Contohnya begini barang local di bilang kurang bagus (jelek) kita tidak membeli karena menilai seperti itu. Bagaimana mereka berkembang??  Nilai keuntungan nya gak bisa membuat mereka berupaya membuat lebih bagus. Dan kita selamanya akan mikir kalau buatan local itu jelek. Beli barang local-local produsen meningkatkan mutu- local costumer percaya dan cinta produk sendiri. Serta bangga memakai karya produk anak bangsa.Membeli dan meningkatkan daya beli akan produk local itu sebuah pertahanan yang bagus. Mengurangi ketergantungan terhadap barang import. 
Contohnya begini barang local di bilang kurang bagus (jelek) kita tidak membeli karena menilai seperti itu. Bagaimana mereka berkembang??  Nilai keuntungan nya gak bisa membuat mereka berupaya membuat lebih bagus. Dan kita selamanya akan mikir kalau buatan local itu jelek. Beli barang local-local produsen meningkatkan mutu- local costumer percaya dan cinta produk sendiri. Serta bangga memakai karya produk anak bangsa. Membeli produk local itu sebuah kerja keras dan sebuah perjuangan dari dalam. Berlibur didalam negeri mengunjungi ribuan pulau dinegeri sendiri itu juga sebuah kerja keras dan perjuangan. Kenapa berlibur dalam negeri sebuah perjuangan dan kerja keras, karena mungkin prestise dan kelengkapannya gak senyaman luar negeri. Akan tetapi dengan kita datang dan berlibur didalam negeri, transfer knowledge akan ada. Pembangunan infrastructure akan dilengkapi, transportation, sekolah, rumah sakit, dll. Karena banyak wisatawan yang datang kepulau-pulau di indonesia. Walaupun itu wisatawan local/dalam negeri. Karena kemajuan informasi akan mengabarkan keindahan indonesia di mata dunia. Itu udah di contohkan oleh presiden kita dengan berbelanja di pasar, bukan dng telpon prabiknya datang barangnya.
Ya kita masyarakat indonesia adalah masyarakat dunia juga, namun jika kita berlebihan menyikapinya juga bukan hal yang baik. Protect our nation, to protect other...
Kopi ini juga produk local bali dng kemasan plastic sederhana, simbol seekor kupu-kupu mencengkram dunia. Bayangkan kupu-kupu bukan rajawali atau garuda atau apalah hewan besar dan kuat lainnya.
Ngopi dulu ja dan picnic, biarkan dia bekerja dan kita sebagai warga negara yang lain mempersiapkan diri dari imbas kebijakan presiden yang baru  itu. Jangan lupa juga negara ini masih butuh masyarakatnya untuk menjadi pelindung kebhinekaan negeri ini.
Salam dari bali penuh cinta 

Jumat, 20 Januari 2017

Bendera merah putih, metallica, dan tulisan arab

Bersliweran gambar bendera merah putih yang terisi symbol  - symbol  lain di timeline hari ini. Begitu meriahnya berbagai macam opini yang terbentuk dan perbandingan kenapa symbol yang ini boleh sedang kan symbol yang itu gak boleh. Sebagai bekas mahasiswa filsafat yang nilainya pas-pas an standart masuk pns namun tidak ada formasinya, saya mencoba menulis ini. Menggelitiknya berbagai opini yang mungkin sudah tertutupi oleh rasa benci dan rasa paling benar.

Karena nilai pas-pas an saya mencoba melihatnya dari kacamata orang awam saja, kalau ngomong filsafat dan produknya pasti banyak yang lebih jago. Symbol itu bisa apa saja yang sangat mudah di kenali dan di mengerti begitu kita melihatnya. Maka orang design itu harusnya mahal bayarannya (duh curcol) seperti halnya tanda P dicoret menjadi tanda di larang parker (trus pakir di trotoar di belakang tanda itu… hehehe duh…). Kenapa di pasang symbol dilarang parki pasti ada alasannya yang membuat symbol tersebut ada disana, jalan yang sempit, traffic yang padat, dst.

Nah kalau bendera adalah symbol sebuah negara, bisa dikatakan identitas. Seperti halnya lambang tulisan metallica atau dream theater, merupakan sebuah identias sebuah group band. Serta tulisan arab lambang darul Islamiyah yang sering kita lihat di bendera arab Saudi dan organisasi keagamaan. Dan ketika keduannya di gabung tentu saja menjadi sebuah pertanyaan yang ada didalamnya. Bendera sebagai lambang negara di gabung dengan symbol- symbol lain, atau identitas lain. Pastinya masing-masing mewakili sebuah peryataan tertentu untuk menunjukan sesuatu

Kita bahas satu persatu

1.   1   Bendera merah putih, dan lambang metallica, dream theater, club bola, dll.
Bendera adalah symbol negara yang mewakili identitas dari sebuah negara, sedang group music, club bola adalah repesentasi dari fans atau idola. Para fans menaruh sebuah symbol pada bendera adalah ekspresi kecintaannya terhadap idolanya yang mau datang/ konser/ berlaga di negara yang di cintainya. Bahwa idolanya menjadi bagian dalam negaranya mewakili kecintaannya terhadap negara dan band idolanya. Bahasa kerennya mungkin semiotic yang coba di ungkapkan oleh para fans terhadap idolanya.  Salah atau benarnya hal ini harus di lihat melalui undang-undang yang ada, karena negara ini adalah negara hukum.



2. 2.     Bendera merah putih dan tulisan arab yang menjadi viral.
Sekali lagi bendera adalah symbol negara, dan tulisan yang berada dalam bendera merah putih itu juga merupakan sebuah symbol. Symbol tulisan arab yang ada disana menurut Wikipedia  dan menurut yang saya tahu memang sebuah tulisan yang berada didalam bendera dan panji perang Rasullulah. Bendera nya bernama Al- Liwa’ berwarna putih dan tulisannya berwarna hitam, sedang panji perangnya panji Ar Rayah berwarna hitam dan tulisanya berwarna putih.


Untuk sejarah lebih lengkapnya silahkan mencari dan membaca nya. Ingat baca yang kredibel dan kalau bisa cari bukunya, kalaupun lewat mbah goggle pilih-pilih yang benar.


Kedua symbol ini disatukan menjadi satu, dan ada 2 bilah pedang di bawah nya menjadi sebuah perlambang yang tentunya patut dipertanyakan kepentingan atas bendera tersebut. Negara Indonesia adalah negara yang terdiri dari banyak agama, suku, budaya, pulau dan sebagainya. Tentunya symbol tulisan arab yang merupakan lambang dari tegaknya daulah Islamiyah, di gabung dengan bendera merah putih yang berkebhinekaan. Menjadi sebuah hal yang patut dicari maksud dan tujuannya, serta kedua belah pedang ( biasanya di pakai bajak laut) itu masuk juga didalamnya patut untuk di pertanyaakan. Salah atau benarnya hal ini harus di lihat melalui undang-undang yang ada, karena negara ini adalah negara hukum.

Jadi sesungguh nya saya berharap ada dosen atau ahli semiotic yang menjelaskan tentang kegaduhan ini. Semuanya layak untuk diperiksa dan ditanyakan maksud serta tujuannya menaruh symbol  tertentu didalam symbol negara. Karena tidak serta merta symbol itu ada didalam symbol yang lainnya tanpa maksud dan pesan yang ingin disampaikan.
Semoga ada ahli yang mendidik masyarakat dunia maya yang tidak hanya diam namun memberikan pengetahuan serta ilmunya agar ikut mencerdaskan kehidupan bangsanya. Bukan membiarkan polemic ini terjadi simpang siur dengan di bumbui kebencian dan juga bumbu bumbu lainnya.  Dan sekali lagi, ilmu itu titipan dari Tuhan, titipan tuhan itu tidak hanya harta, anak, jabatan, dst. Ilmu yang mencerdaskan dan menjadi penerang bagi manusia, tanpa rejeki yang Tuhan berikan kepada mu. Niscaya kamu mendapatkan pengetahuan dan keilmuan yang kamu miliki, ilmu apapun itu.

Seduh kopi dulu sambil melinting, nikmat mana yang kau dustakan. 

nb. gambar diambil melalui goggle image
https://ms.wikipedia.org/wiki/Bendera_Islam

Kamis, 19 Januari 2017

Manusia emas

Duduk di selasar rumah sambil menikmati secangkir kopi, es kopi yang terbuat dari kopi bali. Sambil membaca social media yang ada gadjet ukuran 5 inchi. Serasa dunia seutuhnya ada disana, dimana kita bisa melihat berbagai sifat manusia melalui tulisan dan cuitan nya. Teknologi yang menghubungkan manusia-manusia yang tentu saja saling mengenal, ataupun tidak saling mengenal. Kejadian berbagai kejadian disana termuat dengan gamblang. Ya bisa di bilang orang akan menunjukan ekspresinya lewat tulisan, video, suara dll.
Namun akhir-akhir ini menjadi sedikit membingungkan, melihat beberapa tulisan status dan tulisan panjang. Mengidolakan seseorang itu hal yang lumrah, apapun profesi orang itu, baik pekerja seni, pengusaha, politikus ataupun pemuka agama. Yang menjadi sangat mengagetkan bagi ku ketika melihat sebuat screen shot status seseorang yang menganggap salah satu ulama istimewa. Ulama memang sangat istimewa dengan kemampuan nya dan ilmu yang dia punya, menjadi pelita dan penerang bagi orang-orang. Berbagai tipe ulama sendiri juga berbeda-beda gaya bagaimana ia menerangkan dan memberikan ilmu kepada pengikutnya.
Satu hal yang kadang susah untuk dipahami adalah kebebasan manusia yang lain yang seharusnya setiap orang juga hargai. Ketika salah seorang dianggap ulama pada sebagian kelompok sedang di kelompok lain tidak. Walaupun mereka pada satu nama besar sebuah agama, memaksakan keyakinan atau protes karena tokoh idolanya tidak dianggap ulama oleh kelompok lain itu yang mengakibatkan gesekan. Padahal mereka berdiri pada sebuah agama yang sama, tp hak seseorang berguru pada siapapun. Dan hak seseorang pula menganggap golongan A itu ulama atau golongan B yang ulama.
Yang menjadikan saya menulis hal ini, sama hal nya ketika saya merasakan ada yang salah ketika masyarakat dan orang-orang disekitar saya memuja gus dur dengan berlebihan. Pada titik dimana gus dur di puja masih pada batas nalar yang bisa masuk dalam logika berfikir. Bahkan beliau itu di posisikan setara dengan wali, yang dimana masih pada standart bahwa dia manusia biasa. Menurut saya gus dur sebagai seorang kyai masih memberikan pelajaran dan penerangan bagi setiap pengikutnya dng ranah yang benar. Pengikut-pengikutnya masih menganggapnya sebagai manusia biasa yang di berikan kelebihan, yang kelebihannya itu bisa didapatkan manusia yang lain jika memang mau belajar dan mendalami keilmuannya.
Nah di era saat ini sungguh sangat takjub ketika ada seorang ulama yang di gambarkan oleh seorang pengikutnya dengan gambaran berlebihan. Terlahir dari emas dan permata, bukan dari segumpal tanah dan air mani. Sebuah gambaran yang melebihi dari Nabi sekalipun, bahkan dalam al-quran gambaran seorang nabi isa dan Muhammad SAW saja manusia biasa. Dalam pikiran saya pertama kali membaca hal itu adalah sifat berlebihan yang ada dalam diri pengikutnya yang dengan sangat cintanya, dia mengambarkan ulama idola adalah ulama yang melebihi manusia biasa. Manusia dengan system penciptaan yang berbeda dengan manusia lainnya. Dengan sifat Tuhan yang Maha Kuasa atas segala sesuatu, tentu saja hal itu mungkin.
Namun jika kita coba memahami lebih dalam, kecintaan kita terhadap seseorang sehingga sangat dekat melupakan bahkan mendekati menuhankan orang tersebut itu yang menjadi keliru. Mungkin tidak menuhankan namun menganggapnya sangat berbeda dan keistimewaan yang melebihi Nabi-nabi yang didatang kedunia oleh Tuhan. Menurut pendapat saya ada kesalahan dalam diri sang ulama(idolanya), yang membiarkan dan tidak mencegah hal ini terjadi. Hal ini seharusnya menjadi tanggung jawab sang ulama untuk memberikan pengertian dan penerangan terhadap pengikutnya. Pemujaan yang berlebihan mengakibatkan orang menjadi hilang akal.
Kalimat yang paling sering saya baca bahwa ulama adalah penyambung lidah nabi, setelah nabi tiada. Nah pada konteks ini penyambung lidah nabi adalah manusia biasa juga, penerusnya dan penyampai ajaran-ajarannya. Keistimewaan nya ada di keilmuannya yang menyejukan dan mebangun keimanan pada Tuhan. Namun mereka tetaplah manusia biasa yang mungkin bisa salah dan lupa, apakah sampai pada titik dimana mereka adalah sumber kebenaran mutlak. Nah kalau dalih nya berdasarkan kitab suci dan ajaran nabi, maka banyak tafsir didalamnya yang seharusnya menjadi kajian. Dan kajian itu bisa bersifat banyak hal, melalui kepentingan-kepentingan juga. Kalau kajian yang di gunakan adalah kajian yang hanya dia percaya,serta dikaji sendiri dan dijadikan kebenaran mutlak, apakah hal ini tidak menjadikan dia sebagai nabi berikutnya bahkan Tuhan ??
Saya adalah pencari Tuhan, yang masih belajar setiap agama yang ada di dunia ini yang bisa menjadikan saya menjadi manusia yang lebih baik. Saya bukan atheist yang tidak mempercayai adanya Tuhan, saya mencari Tuhan. Dan masih mencari agama mana yang paling baik untuk diri saya, yang membuat saya membaca dan mempelajari serta mencari tahu agama atau ajaran yang mendekatkan saya dengan Tuhan. Dalam hal ini saya masih membutuhkan bimbingan dan pelajaran untuk untuk mempelajarinya.




Selasa, 17 Januari 2017

Seragam dan masa depan

Gerbang sekolah sudah mulai tertutup rapat, bel tanda masuk menjadi penanda untuk petugas keamanan menutup gerbang. Pemuda tambun berjalan santai dengan celana sobek berseragam SMU, hingga di depan gerbang sekolah yang sudah tertutup. Lalu ia bertanya “aku bisa masuk gak, pak supri” menanyakan kepada satpam yang menjaga gerbang. “kamu itu lho telat lagi, telat lagi, bisa tapi harus ke BP” jawab si satpam. Pemuda tambun itu mengiyakan untuk persyaratan itu, untuk meminta surat keterlambatan. “makasih pak, besok kalau telat lagi tak bawa ke puskesmas… kalau gak ya gugurin hahaha…” jawab si pemuda itu sambil tertawa. Sampai diruang BP ia mengetuk pintu, lalu masuk untuk meminta surat ijin mengikuti pelajaran hari itu. Sang guru adalah guru BP sekaligus guru Agama, menatap dengan sebelah mata sambil tersenyum  jahat.
Beranjak dari tempat duduknya lalu mengamati penampilan pemuda tambun nan lusuh. “kamu itu memang murid yang tak bisa diatur, berkali-kali terlambat, dan gak pernah rapi… kalau dah lulus mau jadi apa Preman pasar, atau mau jadi gelandangan,… “ lalu murid menjawab “ mau jadi apa itu lihat besok aja pak” …. Membuat gurunya semakin marah dan emosi, “belum selesai ngomong dah berani motong dan jawab kamu, kamu bilang lihat besok… lulus aja belum tentu kamu, gak berguna memalukan sekolah dan keluarga, penampilan gak jelas, selalu terlambat, bapak ragu kamu bisa lulus, kalaupun lulus ya paling nilai terendah dan mentok cuci piring di warung padang…..” dan berbagai nasehat yang tiada berjeda dikeluarkan sang guru…
“ sekarang beri alasan saya untuk memberikan mu surat, agar kamu bisa masuk ke kelas mu….” Tanya sang guru dengan nada meremehkan. Sang murid menjawab dengan menunduk, “sekarang saya boleh jawab nih pak…”. Sambil mengangguk pelan dan menatap muka si murid. “ gini pak, saya cuman meminta ijin untuk memasuki kelas dan ikut pelajaran… saya juga udah menanggung konsekunsi dari keterlambatan saya, yaitu saya udah kehilangan pelajaran di jam awal ini, apakah saya juga harus di hukum dengan kehilangan jam pelajaran berikutnya… penampilan saya menentukan otak dan masa depan saya juga kah, sehingga penampilan saya harus dihukum karena gak seragam dengan yang lain… apakah saya juga salah sepenuhnya dan gak pantas bersekolah jika tidak seragam… padahal saya berseragam bedanya Cuma lusuh…” jawab sang murid dengan menunduk. Sembari menulis diselembar kertas sambil menjawab, “kamu itu ada aja jawabannya, kamu merasa ini sekolahan bapak mu apa, seenak nya Makai seragam, gak rapi, telat, dan banyak lagi… dan kamu merasa kamu udah nanggung konsekuensi dari gak ikut pelajaran pertama gitu, enak banget kamu ngomongnya, tahu apa kamu akan konsekuensi, kamu itu masih bocah ya bisa aja kamu tak suruh pulang… namanya sekolah ya harus seragam dan rapi juga berprestasi bisa membanggakan sekolah, orangtua dan kamu sendiri… “ jawab guru sembari menandatangi surat ijin.
Waktu terus berganti, dan masih saja si pemuda tambun menjadi murid yang langgangan ke ruang BP untuk meminta surat. Dan dimasa akhir sekolah dia mendapatkan juara pertama tingkat sekolah karena mendapat nilai tertinggi dari hasil ujiannya. Saat perpisahan ia mencium tangan gurunya dan mengucapkan terimakasih atas kesabaran serta seluruh pendidikan yang di berikan oleh gurunya. Guru BP pun hanya senyum sambil menjabat tangan si pemuda tambun.

Waktu selang berganti si pemuda terlihat memakai pakaian pelayan kafe oleh sang guru. Senyum itu muncul dan memandang sebelah mata lagi seperti kata-kata yang diucapkannya menjadi nyata. Mungkin kabar itu lalu menyebar di sekolah, keberuntungan yang membuat anak itu menjadi juara sekolah. Hingga pada satu tahun setelah kelulusan murid tambun kembali lagi untuk meminta cap dan tanda tangan dari kepala sekolah. Pengumuman besar terpampang di papan sekolah, namanya tercetak tebal di terima di sebuah perguruan tinggi negeri di kota itu.

Sabtu, 14 Januari 2017

Habis menonton debat DKI Jakarta

Kalau melihat dari debat calon gubernur ini bisa jadi sebuah pelajaran bagi daerah-daerah lain. Bisa kita lihat dan saksikan tadi di siaran televise.
No. 1
Janji-janji manis dan memang sangat manis apa yang dijanjikan olehnya. Bantuan langsung dan bantuan-bantuan menjadi senjata yang menurut mereka ampuh untuk menarik perhatian dari kalangan masyarakat kurang mampu. Proyek pembangunan juga banyak yang serupa dengan apa yang sudah di kerjakan oleh petahana. Masalah pendidikan sepintas lalu, lebih pada memberikan bantuan-bantuan. Janji tidak ada penggusuran.
No. 2
Melanjutkan dan menyelesaikan apa yang sudah dimulainya.
No. 3
Pendidikan moralitas, akhlak, dan sikap, karena kalau Cuma kerja,kerja,dan kerja maka moralitas masyarakat akan turun dan kurang berakhlak.
Nah yang jadi pertanyaan
No 1
Duitnya dari mana dan siapa yang akan memastikan bantuan itu sampai dan digunakan secara berkesinambungan tanpa bunga dan tanpa rule system yang pasti. Apakah dengan banyak bantuan-bantuan langsung itu merupakan cara mendidik masyarakat yang baik. Dalam satu partai aja, masyarakat partai ada yang korupsi dan ada yang enggak.
No 2
Belajar menjadi santun dan bagaimana bersabar harus bener-bener dilakukan. Masih butuh bersabar dalam menanggapi setiap pertanyaaan dan gesture on publicnya perlu juga diperbaiki. karena masih banyak segolongan masyarakat masih melihat dari bungkus bukan dari isi
No 3
Kalau lagu iwan fals sih, “urus saja moral mu, urus saja akhlak mu” karena kerja membangun infrastructure itu juga membangun  manusia. Moralitas di kelas, akan berbeda dengan moralitas di masyarakat. Pejabat yang bekerja dengan baik, jujur dan berintregitas itu mendidik moralitas pegawai yang dibawah, pegawai menjadi cermin contoh di masyakat seperti aliran darah dalam tubuh. Nah kalau pendidikan moral trem modelnya akan seperti apa ?? apakah semua mau dimasukan ke pondok pesantren, seminari, dan sekolah agama lainnya??
Melarang mobil mewah bukan solusi, nah kalau warga Jakarta yang kaya pengen pamer terus beli mobil murah buat seluruh pembantunya terus macetnya ilang gitu ??? hehehehe….

Dah gitu aja, ini pendapat saya yang masyarakat awam dan peduli dengan Jakarta untuk menjadi lebih baik. Walaupun KTP saya bukan Jakarta, namun Jakarta adalah ibukota Negara saya INDONESIA. sekian

Kamis, 12 Januari 2017

When i was a child, with prambanan temple

Once upon a time when i was a child, my mother told me a story about prambanan temple. Prambanan tample made by bandung bondowoso bicause he falling love with a queen roro jongrang. But queen actually not love with him, and then she make a deal with him. She want 1000 tample to prove his love, he must make in one night and done before a sunrise. Bandung bondowoso have big magical power, and he agree with the challenge to make it.
And on that day he start to make a temple to prove his love. Start on the afternoon he bulid the tample, with the magical power he call a Jinny army. Jinny army help him to build a 1000 temple, they work hard for his master.
The queen so worried about it, she send a spy to look temples. The army almost done to build it, and then she have a plan to stopped that work. She call all the army and command to burn all houses. And also push all the villagers start the work before sunrise. Make a sound with lesung (woden for rise proses) and anything will make it look a like morning.
Jinny army hear the noise and also see a burning village lake a morning sunrise. They go away not finished to build the temples, bandung bondowoso know about a queen plan and he getting mad and Angry. He go to the Queen palace and drag the queen to the tamples. Queen laugh and told he can't finished the tample, then he can't prove the love. Because of that bandung getting more angry with her, he make the last temple and make the queen being statue. And my mom told me don't believe this story,  this just a story from mythology.
Mabye when you grow up you will be know the true story about prambanan temple.

Selasa, 03 Januari 2017

Kelahiran

Pada masa itu...
Coba kau bayangkan setiap orang sama dengan mu...
Muka yg sama...
Tinggi yang sama...
Badan yang sama...
Otak yang sama...
Pikiran dan perasaan yang sama...
Agama yang sama...
Tuhan yang sama...
Ibadah yang sama...
Laki-laki yang sama...
Atau perempuan yang sama...
Sekali dalam satu waktu renungkan lah...
Apakah kamu lahir bisa memilih...
Jika kamu lahir memilih...
Berarti Tuhan hanyalah pelayan mu...