Suatu pagi yg entah kenapa tiada keraguan untuk beranjak dari kota ini menuju kota lain diseberang pulau. Berbekal hal yg pastinya belum pasti, aku beranjak demi sebuah angan-angan. Berkali-kali memantapkan hati, harus kah aku tinggal atau pergi. Menjauh dari apa aku sendiri pun tak tahu pasti, tentang keyakinan yg ada didiri ku langkahkan kaki.
Bangun jam 4.30 angkat daypack 60L yg sering ku pakai. Masuk bandara berbekal hp dng e-tiketing nya, dan ternyata terminalnya diubah karena yg b sudah bisa digunakan... Berjalan kaki cukup lumayan karena mengejar check-in pesawat yg mepet. Pihak bandara yg sepertinya kurang persiapan belum ada transport dari a-b ataupun sebaliknya. Yaah jalan pagi,mungkin emang disuruh olahraga pagi.
Yang membuatku bahagia pagi itu langit sangat bersahabat cerah dan terang, bintang-bintang masih kelihatan dipagi jam 5 itu. Masuk terminal B check-in dan nunggu diruang tunggu, maksud hati ingin cari smoking rooms eh udah panggilan masuk ke pesawat. Pagi antrian yg jelas2 dapat kursi di pesawat dan juga pasti ada tempat aja berebut seolah takut di tinggal. Mungkin karena orang di negeri ini rajin berlomba, dan selalu berusaha menjadi yg terdepan. Serta ingin menjadi yg pertama kali masuk pesawat. Hehehe...
Aku masuk dapat tempat persis disebelah jendela berharap matahari menunggu sebentar saja agar aku dah terbang baru sunrise muncul. Namun sepertinya matahari enggan menunggu, karena penerbangan pagi itu cukup ramai.
Dan akhirnya pesawat pun berangkat lepas landas dari bandara yg cukup kecil untuk international airport.
Bersyukur langit memang cerah pagi itu, pemandangan menawan yang cantik. Seperti lagu iklan produk rokok jaman dulu, i love a blue of indonesia. Pilot pun berkata "kita berada di ketinggian 31000 feet". Karena sebelumnya hp juga udah flight mode, maka i will take shoot the loving blue of indonesia.
Sekitar 1jam dilangit aku ambil beberapa gambar photo yg bagiku sangat luar biasa indahnya. Membuat keyakinan ku akan beranjak dari kota itu menjadi tambah yakin.
Akhirnya aku sampai di bandara pulau seberang, seperti biasa para penumpang berebut siapa yang lebih dulu sampai ke bus yang mengantar ke terminal kedatangan, seolah terminalnya mau pindah. Berlomba dan berkeingan untuk segera turun dari pesawat itu bersungguh-sungguh. Seperti ikut lomba olimpiade turun dari pesawat, berdesakan juga enggak namun muka kesel karena yg depan gak bersegera turun terpampang diwajah-wajah mereka. Hehehe... Karena sekali lagi karena, negeri ini orang-orangnya selalu ingin menjadi yang terdepan.
Sabtu, 06 Agustus 2016
Birunya cinta dari 31000 kaki (Loving blue from 31000 feet)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar