Kalau melihat dari debat calon
gubernur ini bisa jadi sebuah pelajaran bagi daerah-daerah lain. Bisa kita
lihat dan saksikan tadi di siaran televise.
No. 1
Janji-janji manis dan memang
sangat manis apa yang dijanjikan olehnya. Bantuan langsung dan bantuan-bantuan
menjadi senjata yang menurut mereka ampuh untuk menarik perhatian dari kalangan
masyarakat kurang mampu. Proyek pembangunan juga banyak yang serupa dengan apa
yang sudah di kerjakan oleh petahana. Masalah pendidikan sepintas lalu, lebih
pada memberikan bantuan-bantuan. Janji tidak ada penggusuran.
No. 2
Melanjutkan dan menyelesaikan apa
yang sudah dimulainya.
No. 3
Pendidikan moralitas, akhlak, dan
sikap, karena kalau Cuma kerja,kerja,dan kerja maka moralitas masyarakat akan
turun dan kurang berakhlak.
Nah yang jadi pertanyaan
No 1
Duitnya dari mana dan siapa yang
akan memastikan bantuan itu sampai dan digunakan secara berkesinambungan tanpa
bunga dan tanpa rule system yang pasti. Apakah dengan banyak bantuan-bantuan
langsung itu merupakan cara mendidik masyarakat yang baik. Dalam satu partai
aja, masyarakat partai ada yang korupsi dan ada yang enggak.
No 2
Belajar menjadi santun dan
bagaimana bersabar harus bener-bener dilakukan. Masih butuh bersabar dalam
menanggapi setiap pertanyaaan dan gesture on publicnya perlu juga diperbaiki. karena
masih banyak segolongan masyarakat masih melihat dari bungkus bukan dari isi
No 3
Kalau lagu iwan fals sih, “urus
saja moral mu, urus saja akhlak mu” karena kerja membangun infrastructure itu
juga membangun manusia. Moralitas di
kelas, akan berbeda dengan moralitas di masyarakat. Pejabat yang bekerja dengan
baik, jujur dan berintregitas itu mendidik moralitas pegawai yang dibawah,
pegawai menjadi cermin contoh di masyakat seperti aliran darah dalam tubuh. Nah
kalau pendidikan moral trem modelnya akan seperti apa ?? apakah semua mau
dimasukan ke pondok pesantren, seminari, dan sekolah agama lainnya??
Melarang mobil mewah bukan
solusi, nah kalau warga Jakarta yang kaya pengen pamer terus beli mobil murah
buat seluruh pembantunya terus macetnya ilang gitu ??? hehehehe….
Dah gitu aja, ini pendapat saya
yang masyarakat awam dan peduli dengan Jakarta untuk menjadi lebih baik. Walaupun
KTP saya bukan Jakarta, namun Jakarta adalah ibukota Negara saya INDONESIA.
sekian

Tidak ada komentar:
Posting Komentar