Sabtu, 14 Januari 2017

Habis menonton debat DKI Jakarta

Kalau melihat dari debat calon gubernur ini bisa jadi sebuah pelajaran bagi daerah-daerah lain. Bisa kita lihat dan saksikan tadi di siaran televise.
No. 1
Janji-janji manis dan memang sangat manis apa yang dijanjikan olehnya. Bantuan langsung dan bantuan-bantuan menjadi senjata yang menurut mereka ampuh untuk menarik perhatian dari kalangan masyarakat kurang mampu. Proyek pembangunan juga banyak yang serupa dengan apa yang sudah di kerjakan oleh petahana. Masalah pendidikan sepintas lalu, lebih pada memberikan bantuan-bantuan. Janji tidak ada penggusuran.
No. 2
Melanjutkan dan menyelesaikan apa yang sudah dimulainya.
No. 3
Pendidikan moralitas, akhlak, dan sikap, karena kalau Cuma kerja,kerja,dan kerja maka moralitas masyarakat akan turun dan kurang berakhlak.
Nah yang jadi pertanyaan
No 1
Duitnya dari mana dan siapa yang akan memastikan bantuan itu sampai dan digunakan secara berkesinambungan tanpa bunga dan tanpa rule system yang pasti. Apakah dengan banyak bantuan-bantuan langsung itu merupakan cara mendidik masyarakat yang baik. Dalam satu partai aja, masyarakat partai ada yang korupsi dan ada yang enggak.
No 2
Belajar menjadi santun dan bagaimana bersabar harus bener-bener dilakukan. Masih butuh bersabar dalam menanggapi setiap pertanyaaan dan gesture on publicnya perlu juga diperbaiki. karena masih banyak segolongan masyarakat masih melihat dari bungkus bukan dari isi
No 3
Kalau lagu iwan fals sih, “urus saja moral mu, urus saja akhlak mu” karena kerja membangun infrastructure itu juga membangun  manusia. Moralitas di kelas, akan berbeda dengan moralitas di masyarakat. Pejabat yang bekerja dengan baik, jujur dan berintregitas itu mendidik moralitas pegawai yang dibawah, pegawai menjadi cermin contoh di masyakat seperti aliran darah dalam tubuh. Nah kalau pendidikan moral trem modelnya akan seperti apa ?? apakah semua mau dimasukan ke pondok pesantren, seminari, dan sekolah agama lainnya??
Melarang mobil mewah bukan solusi, nah kalau warga Jakarta yang kaya pengen pamer terus beli mobil murah buat seluruh pembantunya terus macetnya ilang gitu ??? hehehehe….

Dah gitu aja, ini pendapat saya yang masyarakat awam dan peduli dengan Jakarta untuk menjadi lebih baik. Walaupun KTP saya bukan Jakarta, namun Jakarta adalah ibukota Negara saya INDONESIA. sekian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar