Jumat, 10 Februari 2017

Pertarungan para pangeran 1,3 vs 2

Melihat sebuah bidak catur besanding dengan secangkir kopi, melihat berita di timeline dan televise. Ini permainan yang sangat cantic dan ulung, mengamatinya harus jeli. Sebenernya pertarungan yang sebenarnya adalah 1,3 vs 2. Dan 2 ini harus cermat dan berhati-hati ketika salah melangkah maka yang di hadapinya akan banyak hal. pertarungan kali ini bukan lah sekedar petarungan tentang perebutan tahta dan singgasana.  Namun juga sebuah pertarungan penyelamatan terhadap beberapa pangeran dan panglima. Pertarungan yang lebih layak disebut “The Prince” karena pertarungan ini memang pertarungan para pangeran. Seperti hal nya judul  buku marchiavelli seorang philosof dan juga perumus perang pada jaman nya. Dan bisa juga disebut dengan the prince vs lao tze, hayam wuruk, tacticalnya bisa sangat di baca dan ditebak jika kita bisa flash back ke belakang. Karena saya selalu ingat akan pesan proklamator “ jas merah” jangan melupakan sejarah.
Coba kita menilik kebelakang gerbang kepemimpinan dinasti bisa terbuka dengan sangat lebar. Masih ingatkah tentang perebutan tahta no 1 di negeri ini. Dan keduanya sekarang sedang menyiapkan embrio yang sebenernya mereka mengorbankan pangeran-pangeran. Yang kita baca hanya permukaan tentang kegaduhan- kegaduhan pion-pion yang bersimbol. Namun sebenernya ini adalah ramuan yang manis yang mereka sadar betul harus wait and see then the action. Namun rumus nya sedikit mengalami kekacauan dikarenakan 1-3 di masing masing tempat ada pion yang di tempatkan di posisi yang salah dan strategis.
Pada pemilihan pertama besan dan pangeran bersanding mengalahkan seorang carpenter ( tukang kayu). Saat ini sebernarnya adalah embrio untuk mengamankan sehingga esok di masanya mereka akan tampil kembali. 1-3 salah satu kalah tidaklah menjadi masalah, karena sebenarnya mereka sedang mengukur kekuatan untuk tahta no 1 di tahun yang akan datang, yang peting ada putaran kedua.  Pertarungan kedua salah satu dari no 1-3 pasti akan menggabungkan diri karena berhitung jumlah sebisa mungkin terjadi 2 putaran dan penggabungan keduanya akan menjadikan kekuatan yang cukup untuk mengalahkan no 2.
Terbaca hal ini kalau diamati terletak pada pion-pion mereka yang sama dan hampir seporadis. Citra-citra dan pendekatan pada kelompok-kelompok yang sama.  menggunakan konsep politic perang yang hampir sama, yang berbeda hanya pada sisi salah satu nomor mengorbankan sang putra mahkota. Dan ketika salah satu terjungkal maka gak akan terlalu sibuk untuk menyamakan konsep. Atau gak akan repot mempermainkan citra yang sebenernya tak bersebrangan.
Ini sebuah pertarungan yang sangat sengit, banyak korban berjatuhan harga dirinya. Harga diri nya hancur berantakan asalkan aspek atau hal yang sangat besar terselamatkan. Kalau hanya harga diri dunia politik negeri ini sudah biasa dan sangat biasa menjual harga diri. Kalau sudah duduk maka harga diri itu pulih dengan sendirinya. Berapa banyak para pejabat negeri ini tersandung dan bahkan bisa menduduki dan kembali menjadi pejabat public.
Menenggak kopi dan melihat film red cliff....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar